
BULELENG – Penyebaran Covid-19 yang cenderung melandai dan semakin terkendali, dimanfaatkan oleh Pemkab Buleleng untuk menggulirkan kegiatan pelatihan kerja berbasis kompetensi.
Tak hanya memenuhi kebutuhan pangsa kerja lokal, regional dan nasional, peserta program yang dilaksanakan dalam tiga tahap pada tahun 2022 ini juga diharapkan dapat membuka lapangan kerja dan memenuhi pangsa kerja global.
“Tidak hanya mengisi peluang kerja, melalui pelatihan kerja ini juga diharapkan dapat membentuk sumber daya manusia (SDM), tenaga kerja yang memiliki kompetensi sesuai dengan kebutuhan industri,” tandas Asisten I Setda Buleleng, Ida Bagus Suadnyana, Rabu (18/5/2022) usai membuka pelatihan yang diikuti 48 peserta di Aula UPTD Balai Latihan Kerja (BLK) Kabupaten Buleleng.
Mewakili Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana, mantan Kalaksa BPBD Buleleng ini mengungkapkan pelatihan kerja berbasis kompetensi seperti keterampilan menjahit dan perbengkelan juga diharapkan dapat mengurangi pengangguran sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat.
“Dengan keterampilan kerja yang dimiliki, peserta diharapkan bisa bekerja pada sektor industri atau membuka usaha sendiri yang tentunya dapat membuka lapangan kerja bagi yang lain untuk mengurangi tingkat pengangguran,” tandas Suadnyana dibenarkan Komang Sumartajaya.
Selaku Kadisnakertrans Buleleng, Sumertajaya menjelaskan kegiatan yang digelar tanggal 19 Mei s/d 13 Juli 2022 ini merupakan pelatihan tahap II yang diikuti oleh 48 peserta.
“Tahun ini, kita programkan pelatihan kerja berbasis kompetensi sebanyak tiga kali dari anggaran APBD tahun 2022. Untuk tahap I sudah terlaksana, hari ini kita lanjutkan tahap II,” pungkasnya. (kar,dha)








