
JEMBRANA – Kegiatan Gerakan Bali Resik Sampah Plastik Sabtu (5/3/2022) serentak dilaksanakan di wilayah Kabupaten Jembrana.
Kegiatan Bali Resik Sampah Plastik sebagai salah satu bagian diterapkanya Pergub Bali No. 47 Tahun 2019, tentang pengelolaan sampah berbasis sumber, sekaligus menggugah kepedulian terhadap kebersihan lingkungan, agar menjadi bagian budaya di masyarakat.
Kegiatan Bali Resik Sampah Plastik bertepatan hari Tumpek Wayang, selain dilaksanakan di areal Gedung Kesenian Ir. Soekarno, juga menyasar Lapangan Umum Dauhwaru di Kecamatan Jembrana, Lapangan Umum Kecamatan Negara, hingga Taman Pecangakan serta ruas Jalan Civic Center Pemkab Jembrana.
Kegiatan ini dipimpin langsung Bupati Jembrana I Nengah Tamba, serta diikuti Wabup I Gede Ngurah Patriana Krisna, Ketua DPRD Ni Made Sri Sutharmi, Dandim 1617/Jembrana Letkol Inf Hasrifuddin Haruna serta Polres Jembrana.
Kegiatan ini juga selaras dengan visi misi Kabupaten Jembrana yaitu “Mewujudkan Masyarakat Jembrana Bahagia Berlandaskan Tri Hita Karana” dengan misi “Nangun Sad Kerthi Loka Jembrana”.
Bupati Tamba mengimbau kepada seluruh masyarakat dan aparatur sipil negara (ASN) bahwa kegiatan resik sampah plastik ini bukanlah gerakan yang dilakukan secara formalitas semata, tetapi lebih daripada itu agar menjadi suatu budaya.
“Budaya yang peduli lingkungan, budaya memilah sampah di rumah tangga dan budaya peduli terhadap lingkungan sekitar,” paparnya.
Sementara itu, Sekda I Made Budiasa menyampaikan sesuai instruksi Gubernur Bali Nomor 4 Tahun 2022 tentang perayaan rahina tumpek wayang dengan upacara jagat Kerthi sebagai pelaksanaan tata-titi kehidupan masyarakat Bali berdasarkan nilai-nilai Kearifan Lokal dalam Bali Era Baru.
Kegiatan resik sampah plastik bermaksud untuk mewujudkan partisipasi dan kepedulian semua elemen masyarakat secara gotong royong melaksanakan perayaan Tumpek wayang berdasarkan nilai-nilai adiluhung jagat kerthi sesuai tata-titi kehidupan masyarakat Bali dengan tujuan sosialisasi Pergub 97 tahun 2018 terhadap pengurangan penggunaan sampah plastik sekali pakai dan Pergub 47 tahun 2019 tentang pengelolaan sampah berbasis sumber. (ara,dha)








