
GIANYAR – Ilmu pengeleakan merupakan salah satu bentuk yoga tantra. Hanya, leak atau liak selama ini kerap dikaitkan dengan hal-hal negatif seperti dipakai untuk menyakiti seseorang.
Menurut penekun ilmu pengobatan tradisional dan ilmu tenung Ida Bagus Made Arjawa (46), terdapat beragam ilmu pengeleakan seperti leak dewa yang merupakan anugerah dari para dewa, leak numbas dari cara membeli, leak keturunan, dan leak acep-acepan.
Yang populer dan menimbulkan momok menakutkan di masyarakat adalah leak ugig. Ida Bagus Made Arjawa pun memberikan cara agar terhindar atau mengusir leak ugig.
Sarananya berupa garam dan sirih.
“Garam merupakan simbol dari Durga dan sirih simbol dari gunung atau lingga. Dua sarana ini bisa digunakan untuk menjaga diri dan terhindar dari leak ugig,”ujar Gus Arjawa–sapaan akrab Ida Bagus Made Arjawa.
Sirih diletakkan pada kantong dan garam dengan cara ditaburkan di area rumah. Gus Arjawa menjelaskan, dalam Lontar Tutur Bumi Kemulan, garam adalah keringat beliau menjadi lautan. ”
Sehingga diyakini leak jail (usil) akan mundur dan kejang kejing,” jelas Gus Arjawa saat ditemui di Griya Gede Bona, Desa Bona, Kecamatan Blahbatuh, Kabupaten Gianyar, beberapa waktu lalu.
Leak pun kata Gus Arjawa memiliki tingkatan atau level. Di Bali saat ini kebanyakan hanya sampai level empat.
“Saya mengetahuinya karena saya belajar ilmu leak, tapi tidak usil dan tidak jail. Di Bali sangat jarang ada leak sampai tingkatan 10. Kalau saya level 9,5. Setengahnya lagi adalah Tuhan sebagai pemberi anugerah,”ungkapnya.
Menurutnya, orang yang menyalahgunakan ilmu leak ketika dilahirkan kembali takkan menjadi manusia karena selama hidup memiliki ego dan rasa benci serta menghalalkan segala cara dalam bertindak.
“Dalam Yama Tatwa Atma Prasangsa, leak seperti itu akan menyebabkan mala petaka dikemudian hari, baik untuk dirinya sendiri maupun keturunannya. Kalau dia melawan, saya haturkan ke Ida Bhatari Durga,” tandas pria yang pernah menjadi eksportir bambu ini. (jay)








