
GIANYAR – Puncak Karya Agung Penerusan Panca Wali Krama di Pura Penataran Sasih, Pejeng jatuh pada Selasa (15/2/2022) atau bertepatan dengan purnama kesanga.
Berbagai proses upacara telah mengawali pelaksanaan karya agung ini. Mulai dari nyukat genah dipimpin langsung Yajamana Karya Ida Pedanda Wayahn Bun, Geriya Sanur, Pejeng, nanceb sanggar tawang, melaspas, mendak Pratima Sanghyang Rare Angon, nuasen karya, manca kerta, netegan hingga nyangling.
Bendesa Adat Jero Kuta Pejeng Cokorda Gede Putra Pemayun mengatakan, beberapa hari menjelang puncak karya dilaksanakan prosesi mapepada atau pembersihan secara niskala terhadap hewan yang digunakan untuk mecaru seperti kerbau anggrek wulan dan yusmerana, kambing hitam, kuluk bang bungkem, babi, kucit butuhan, angsa, bebek putih, ayam serta lainnya.
Setelah seluruh hewan kurban diupacarai, dilaksanakan upacara mabhuta yadnya (mecaru) serta melaspas bagia pada Sabtu (12/2/2022).
Cokorda Gede Putra Pemayun menambahkan, puncak karya dilaksanakan sekitar pukul 09.00 WITA. Upacara dipuput Yajamana Ida Pedanda Wayahan Bun Geriya Sanur, Pejeng, Ida Pedan Budha Geriya Tengah Wanasari, dan Ida Pedanda Geriya Sanding Anyar, Pejeng.
”Serangkaian dengan karya agung ini juga akan dilangsungkan ritual sasolahan wali nedunang Sanghyang Jaran, Anten-antenan (puncak karya), hingga nampyog serta siyat sampiyan saat Ida Bhatara manca-manca budal (Jumat, 18 Februari 2022),” paparnya.
Cokorda Putra Pemayun mohon kepada seluruh umat Hindu untuk bersama-sama mendoakan seluruh rangkaian upacara ini berlangsung lancar, sekaligus mohon keselamatan jagat agar pandemi covid-19 segera berakhir. (jay)








