
JEMBRANA – Pembangunan krematorium di Desa Adat Pekutatan, Kecamatan Pekutatan semakin terang benderang. Tak hanya krama dan prajuru menyetujui dibangunnya tempat perabuan jenasah tersebut, anggaranya pun dibantu Gubernur Bali melalui Bantuan Keuangan Khusus (BKK) mencapai Rp13,4 miliar.
Bahkan pemilihan lokasi krematorium di Kecamatan Pekutatan, sekaligus mendekatkan rencana dibangunnya destinasi wisata dunia di ujung timur Kabupaten Jembrana.
Tahapan sosialisasi Pembangunan Krematorium dan persiapan kunjungan Gubernur Bali di Desa Adat Pekutatan Rabu (5/1/2022) dihadiri Bupati I Nengah Tamba.
Sosialisasi melibatkan unsur Majelis Desa Adat (MDA), Parisada Hindhu Dharma Kabupaten Jembrana, Bendesa, prajuru, pemangku, pecalang, Perbekel dan perangkat Desa Pekutatan.
Bupati Tamba menerangkan, pembangunan krematorium untuk membantu meringankan beban umat dalam melaksanakan prosesi pengabenan.
“Jangan ada bisnis dalam hal ini. Menjual banten itu wajar, namun krematorium jangan untuk bisnis, gunakan untuk membantu krama di Jembrana yang memang memiliki keterbatasan biaya, waktu, atau pun keluarga,” jelasnya.
Melalui bantuan BKK Provinsi Bali mencapai Rp13,4 miliar lebih pembangunan krematorium dibangun dengan konsep sangat lengkap, tertata, dan memberikan pelayanan yang baik. Terlebih lagi krematorium ini juga untuk mendukung tempat wisata dunia di Kecamatan Pekutatan. (ara,dha)








