
GIANYAR – Bangunan gudang SMKN 1 Tegallalang di Banjar Pengaji, Desa/Kecamatan Tegallalang Roboh pada Selasa (4/1/2022) sore. Sejumlah perlengkapan sekolah pun tertimbun, termasuk satu barung (set) gamelan berbahan krawang milik sekolah hingga Rabu (5/1/2022) masih belum bisa dievakuasi.
Kepala SMKN 1 Tegallalang I Wayan Semadi mengatakan itu merupakan gudang gamelan berukuran 3 x 8 meter. Roboh setelah jam pelajaran, sehingga saat kejadian sekolah dalam keadaan sepi. Namun saat itu ada sejumlah pekerja sedang menggali pondasi tembok penyengker. “Saat kejadian ada beberapa pekerja di bawah, sedang menggali pondasi sisi barat bangunan, Beruntung robohnya gudang tidak sampai menimpa pekerja. Pekerjanya berhasil lari menyelamatkan diri. Astungkara tidak ada korban jiwa,” ujarnya.
Sebelum gudang gamelan ini roboh, Kata Semadi, beberapa bulan lalu tembok penyengker sisi selatan sekolah longsor. “Sebagai antisipasi agar gudang gamelan ini posisinya aman, kami sebenarnya sedang progres memperbaiki tembok penyengker. Tapi baru juga pembuatan pondasi, gudang ini keburu roboh,” sesalnya.
Posisi gudang diakui pula didirikan di atas tanah urug yang labil. “Bangunan gudang ini dibangun Tahun 2018. Menurut cerita guru-guru di sini, dulu lokasinya memang dekat pangkung dan dijadikan tempat pembuangan sampah,” jelas Kepsek yang menjabat sejak 2020 ini.
Dari musibah ini, kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah. “Kerugian bangunannya saja sekitar Rp 84 juta. Belum lagi seperangkat Gong, bahannya Krawang itu ratusan juta yang kondisinya tidak bisa dipakai lagi,” ungkapnya.
Terpisah, Kapolsek Tegalalang AKP Ketut Sudita mengatakan sudah menerjunkan anggota ke lokasi. Terungkap pada saat itu, ada orang bekerja. Namun tidak ada korban dalam kejadian itu. “Nihil korban jiwa,” ujarnya.
Sudita mengaku, bangunan longsor karena dibangun di atas senderan. “Penyebab roboh karena bangunan tersebut didirikan di atas tanah urug. Tanahnya nyerod atau longsor,” ujarnya. (jay)








