
JEMBRANA – Acara persembayangan (metirtayatra) serangkaian setahun roda kepemimpinan Bupati Nengah Tamba serta Wabup I Gede Ngurah Patriana Krisna, sekaligus menyongsong kedatangan tahun 2022, menuju sejumlah pura di wilayah Taman Nasional Bali Barat serta Bali Utara Buleleng.
Rombongan Bupati Tamba, yang mengajak serta seluruh pejabat OPD di lingkungan Pemkab Jembrana beserta keluarga, pertama melakukan persembahyangan di Pura Kanjeng Ratu di Kelurahan Gilimanuk, berlanjut menuju Pura Bakungan, Pura Segara Rupek, Pura Payogan, Prapat Agung yang berada di kawasan Taman Nasional Bali Barat, Sumber Kelampok.
Selanjutnya rombongan bergerak menuju Pura Kerta Kawat, Pura Melanting. Serta di Pura Kahyangan Jagat Pulaki, di Kecamatan Gerokgak Buleleng.
Di setiap pura yang dikunjungi, selain melakukan persembahyangan bersama memohon doa penganungrahan sekaligus permohonan maaf atas kesalahan dalam melaksanakan roda pemerintahan selama setahun perjalanan.
Juga memohon agar diberiakan jalan terbaik menyongsong roda pemerintahan di tahun 2022 mendatang. Bupati Tamba mengatakan, darmayatra selama dua hari itu wujud terimakasih yang disampaikan bersama jajaran diberikan kesempatan memimpin warga Jembrana kurun waktu hampir setahun, berjalan lancar, diberikan keselamatan dan kekuatan.
Selain itu, perjalanan spiritualnya dengan mengajak Wabup Ipat dan pimpinan OPD juga untuk mengucapkan permohonan maaf sekala niskala, apabila dalam mengemban amanah kepemimpinannya terdapat kesalahan dan kekurangan. Utamanya saat melayani masyarakat Jembrana.
Bupati Tamba menyadari, sebagai Bupati, Wabup dan segenap pimpinan di jajaran pemerintahan termasuk semua staf, tentu selama setahun itu ada berbuat kesalahan baik itu dari pikiran, perkataan dan perbuatan (Tri Kaya Parisudha), sekala dan niskala agar kesalahan itu dapat diampuni. (ara,dha)








