
GIANYAR – Dalam sepekan terakhir, lebih dari tiga kecelakaan terjadi di proyek Pedestrian Catus Pata di Desa Peliatan, Ubud, Gianyar. Pemicunya karena pengendara motor yang melintas malam hari tidak memperhatikan adanya gundukan meski sudah dipasang rambu-rambu.
Kecelakaan tersebut tidak sampai menimbulkan korban jiwa.
“Satahu saya, sudah terjadi lebih dari tiga kali kecelakaan saat malam hari dan semuanya adalah pengendara sepeda motor,” kata petugas Bankamdes Peliatan, Komang Suartana.
Menurutnya, karena belum ada garis loreng sebelum memasuki pedestrian, pemotor cenderung tancap gas. Akibatnya, motornya meloncat hingga terjatuh. Banyak yang menyoroti gundukan yang dinilai terlalu tinggi itu tanpa tanda.
“Pedestrian ini dengan kareakter jalan bebatuan tentunya dimaksudkan agar pengguna jalan pelan-pelan. Ini kok malah tetap tancap gas, ya fatal akibatnya,” ujarnya.
Pantaun di lapangan, pedestrian cukup tinggi dari aspal menggunakan batu alam dengan struktur bergerigi sehingga ketika berada pada jalur tersebut, pengendara harus ekstra hati-hati.
Terpisah, Bupati Gianyar I Made Mahayastra mengatakan, catus pata merupakan jalan yang rawan kecelakaan. Karena itu, pihaknya membangun pedestrian di sejumlah titik untuk meminimalisir potensi kecelakaan. Apalagi, di wilayahnya itu juga kerap menjadi tempat upacara yadnya dan kegiatan lainnya.
“Harusnya jika hati-hati bukannya menjadi pemicu kecelakaan, malah mengurangi kecelakaan,” jelasnya.
Bagi pemotor yaang mengalami laka di wilayah itu dipastikan pemotor yang menerobos tanpa memperhatikan situasi dan kondisi di areal setempat. Padahal dari selatan di simpang Banjar Kalah dan di utara di simpang Patung Arjuna sudah ada tanda proyek.
“Ini kan proyek masih berjalan. Kalau main terobos dan kurang hati-hati, yang resiko pemotor. Jangan salahkan proyeknya, nanti kalau sudah selesai semua pengguna wajib memperlambat laju kendaraan sesuai tanda yang ada,” tegas Mahayastra. (jay)








