
DENPASAR – Dinas Pariwisata Provinsi Bali mencatat selama periode Januari-November 2021, kunjungan wisatawan domestik melalui Bandara I Gusti Ngurah Rai mencapai 1.353.501 orang. Sedangkan dari Pelabuhan Gilimanuk 2.135.227 orang.
Sementara di Pelabuhan Padangbai tercatat 183.224 wisatawan dari 229.030 penumpang. Secara keseluruhan wisatawan domestik yang berlibur mencapai 3.672.001 orang.
Sedangkan di penghujung tahun, rata-rata kedatangan wisatawan domestik, baik melalui pintu udara maupun pelabuhan yaitu 11.000 orang setiap hari. Bahkan, per Minggu (19/12/2021) sekitar 12.800 orang.
Sementara, data tingkat hunian hotel di kawasan Nusa Dua 43.33 persen dari dari 3.237 kamar hotel yang dioperasikan. Sedangkan hunian di Kuta 26,29 persen dari 175 hotel dan 2.503 kamar yang beroperasi.
Di kawasan wisata Ubud terdapat 22 hotel dengan 1.114 kamar dengan tingkat hunian rata-rata 25,97 persen dari 855 kamar beroperasi.
Gubenur Bali Wayan Koster menyebut Bali saat ini kebanjiran wisatawan domestik dan menjadi penyemangat perekonomian masyarakat. Pihaknya menargetkan 25 ribu wisdom datang selama libur Natal dan tahun baru.
Ia berharap palaku pariwisata bersabar karena kunjungan wisman masih sedikit karena banyak negara melarang warganya berwisata menyusul munculnya Covid-19 varian Omicron.
“Bukan berarti tidak berharap wisatawan mancanegara, tapi memang belum karena mereka gak bisa ke Bali sehingga kami tidak bisa berbuat banyak untuk mendatangkan wisatawan mancanegara ke Bali,”ujar Koster yang ditemui seusai menghadiri rapat paripurna di DPRD Bali, Senin (20/12/2021).
Saat malam pergantian tahun, Koster mengajak masyarakat maupun wisatawan tetap patuh dan disiplin menerapkan protokol kesehatan (prokes).
“Saya mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga situasi Bali tetap aman dan kondusif. Sesuai Instruksi Mendagri, ya tentu ada ketentuan berkaitan dengan prokes untuk menghindari penularan Covid-19, supaya tetap kondusif ya,”pintanya.
Disinggung apakah Pemprov Bali melaksanakan patroli penegakan prokes saat malam tahun baru, Koster menegaskan tidak ada patroli berlebihan. (arn)








