
DENPASAR – Anggota Komisi I DPRD Bali Made Duama menjadi sorotan. Sebab, politisi PDIP itu tidak masuk kantor sejak dua tahun lalu.
Informasinya, Duama dicari oleh beberapa orang ke gedung DPRD Bali diduga terkait masalah utang piutang. Bahkan, politisi asal Bukit Ungasan Badung Selatan itu pernah berurusan dengan polisi terkait dugaan kasus penggelapan mobil.
Ketua Fraksi PDIP DPRD Bali Dewa Made Mahayadnya mengaku sudah menyampaikan permasalahan anggotanya ke Badan Kehormatan (BK) dan masih menunggu instruksi pimpinan. Menurutnya, meskipun menyangkut masalah pribadi, tapi tetap berdampak terhadap instansi maupun partai.
“Kami perpanjangan partai di DPRD Bali dan ada memang anggota kami yang mengalami musibah dan masalah seperti itu, tentu kami menunggu keputusan atasan. Apakah ini diproses, akan diproses, atau belum diproses “ujar Dewa Mahayadnya saat ditemui beberapa waktu lalu di DPRD Bali.
PDIP juga telah melakukan ancang-ancang ketika ada perintah dalam menangani kasus Made Duama.
“Sampai hari ini belum ada dari BK DPRD. Sedangkan badan kehormatan partai sebenarnya sudah melakukan gerakan. Kita sudah mengambil ancang-ancang kalau ada perintah, langsung bergerak dan tindaklanjuti,” tegas Dewa Jack–sapaan akrab Mahayadnya.
Sekadar diketahui, Made Duama sempat dipanggil polisi sebagai saksi atas dugaan kasus penggelapan mobil sewaan yang dipakai saat Pemilu Legislatif 2019. Namun, ia dua kali mangkir hingga akhirnya dijemput polisi untuk dimintai keterangan di Polsek Denpasar Selatan. (arn)








