
DENPASAR – Kantor Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Himpunan Penerus Pejuang Pembela Tanah Air (HPP PETA) di Jalan Pidada XIII nomor 22 Ubung, Denpasar Utara, diteror orang tak dikenal, Kamis 16 September 2021 sekitar pukul 00.30 WITA.
Kantor advokat John Korassa Sonbai dkk. itu dilempari bom molotov oleh dua pria misterius. Hingga sore, Satuan Reskrim Polresta Denpasar masih melakukan penyelidikan termasuk mendalami pemeriksaan CCTV.
Kejadian itu mengakibatkan kaca pintu masuk pecah. Api yang dihasilkan dari dua bom molotov berukuran kecil itu tidak sampai menimbulkan kebakaran karena dengan cepat diketahui oleh beberapa warga kemudian melakukan pemadaman.
Ditemui di lokasi kejadian, Jhon Korassa menceritakan dari rekaman CCTV pelaku pelemparan molotov diketahui dua orang. Mereka mengendarai Honda Beat hitam datang dari timur. “Mereka berhenti sejenak depan kantor kemudian melemparkan bom molotov ke arah pintu masuk,”kata Jhon Korassa, Kamis (16/9) pagi.
Kedua pria misterius itu kabur menuju arah barat. Sedangkan bom yang dilemparkan meledak dan menimbulkan pecikan api, tapi tidak sampai membesar. “Saat kejadian tidak ada orang di kantor dan ledakan pertama kali didengar oleh tetangga kemudian memadamkan api,”ungkapnya.
Kejadian itu dilaporkan ke Polresta Denpasar oleh rekannya Johannes Budi Raharjo sekitar pukul 02.13. “Satu bom molotov di lokasi bersama serpihan sudah diamankan saat polisi melakukan olah TKP,”ujarnya.
Salah seorang warga, Putu Eka Indra Sastrawan (22) mengaatakan tidak mengetahui secara persis awal mula kejadian. Ia terbangun dari tidur setelah mendengar warga berteriak kebakaran. “Saya dengar teriakan ada kebakaran. Saya langsung bangun dan menuju kantor itu. Saat itu ada api yang menyala. Warga yang ngekos di belakang kantor itu ramai-ramai menyiram api,” tutur Eka yang tinggal di timur TKP.
Sebelum api dipadamkan, sempat terjadi kepanikan karena pintu terkunci dan persis depan kantor ada satu mobil parkir. “Syukur apinya dengan mudah bisa dipadamkan. Kejadian seperti ini baru pertama kali terjadi di sini,” ujarnya.
Terpisah, Kasat Reskrim Polresta Denpasar Kompol Mikael Hutabarat mengatakan pelemparan bom molotov itu menjadi atensi khusus. Keterangan saksi-saksi dan pemeriksaan CCTV masih didalami. “Penyelidikan tidak saja di darat. Kami juga lidik di udara menggunakan satelit. Target kami kasus ini bisa secepatnya terungkap,” tegas Kompol Mikael saat ditemui di kantornya. (dum)








