
TABANAN – Toko perhiasan emas dan perak Famili milik Syahroni dan Edi Santoso di dalam pasar Tabanan dibobol maling. Sejumlah perhiasan dari perak dan perunggu seperti cincin dan gelang uli raib. Kasus pencurian baru diketahui pegawai ketika membuka toko, Kamis 9 September 2021 pagi.
Berdasarkan keterangan saksi di lokasi, peristiwa pencurian tersebut diketahui sekitar pukul 09.45 WITA. Saat pegawai toko Sugiantoro dan Aris Azis Supriyanto baru tiba di toko kemudian membuka rolling door toko. Begitu dibuka dan diangkat, kedua saksi terkejut karena toko dalam keadaan berantakan. Saksi melihat salah satu plafon tripleknya jebol. Kedua saksi juga melihat di bagian pojok selatan etalase tempat menaruh perhiasan posisinya berantakan,dan perhiasan yang tersimpan di luar brankas ( etalase ) hilang.
“Begitu buka pintu , toko berantakan dan plafon jebol. Saya langsung hubungi bos,” jelas salah satu saksi di lokasi.
Pemilik toko Syahroni dan anaknya Edi Santoso serta M. Hasan langsung ke toko dan melakukan pengecekan. Dari hasil pemeriksaan 12 cincin satu dari perak dan 11 dari perunggu permatanya dari mirah ruby serta 12 gelang uli, 8 besar dan 4 kecil terbuat dari perak lenyap. Sementara barang dalam brankas masih utuh. Kerugian diperkirakan sekitar Rp 9,5 Juta. Selain itu maling juga berusaha membuka toko milik Edi di sebelahnya dengan merusak pintu, namun tidak ada yang hilang. Kasus tersebut selanjutnya dilaporkan ke polisi.
Petugas dari Reskrim Polres Tabanan berikut tim inafis langsung turun ke lokasi melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Petugas juga meminta keterangan dari saksi di lokasi. Kasus ini masih dalam penyelidikan. (jon)








