
DENPASAR – Dalam rangka mempersiapkan cabang olahraga (cabor) yang bakal berlaga pada PON XX/2021 di Papua Oktober mendatang, KONI Bali rutin melakukan monitoring ke tempat cabor PON melakoni TC desentralisasi dan latihan. Hasilnya tidak ada atau nihil keluhan muncul diluar teknis. Sudah enam cabor dimonitoring KONI Bali.
“Persiapan sudah bagus. Kami lihat atlet semangat dalam menjalankan latihan mereka dan nihil keluhan yang datang dari atlet atau pelatih PON di luar teknis,” kata Ketua Umum KONI Bali, I Ketut Suwandi, Senin 7 Juni 2021.
Enam cabor yang sudah di monitoring itu seperti taekwondo, basket, renang, silat, binaraga dan judo. Bahkan, beberapa diantaranya sudah melakukan try in dengan mengundang tim luar pulau untuk diajak latih tanding di Bali.
“Secara umum tidak ada permasalahan berarti. Tapi, ada hal yang perlu kami tekankan untuk ditingkatkan seperti stamina, fisik, kebugaran, teknik dan lainnya. Serta bagi pelatih harus kerja keras dan kualitas atlet harus betul-betul digenjot,” tegas mantan Ketua KONI Badung ini.
Bagi Suwandi, monitoring secara langsung ini wajib dilakukan. Terutama dalam memberikan motivasi dan arahan agar persiapan semakin matang. Dan juga menumbuhkan semangat atlet sebagai seorang patriot yang akan membela nama Bali di kancah nasional dalam bidang olahraga. Karena satu setengah tahun ini, tidak banyak kegiatan yang dilakukan secara terprogram.
“Ini menjadi kelemahan karena sepinya kegiatan. Tapi saya rasa provinsi lain juga mengalami hal yang sama akibat dari pandemi. Sebisa mungkin saya pasti datang langsung, kecuali ada sesuatu yang mendesak,” tutup Suwandi. (ari)








