
DENPASAR – Tim tarung derajat PON Bali nampaknya terus digenjot dalam sisi fisik dan teknik pasca melakukan uji coba atau try in, dengan menghadapi para petarung pra-PON yang tidak lolos PON Papua. Kelemahan dua faktor itu meski tidak signifikan terus dibenahi.
Seperti diutarakan Sekretaris Umum Pengprov Kodrat Bali AA Bagus Tri Candra Arka, try in seperti itu akan terus dilakukan secara berkelajutan, karena untuk melakukan try out atau uji coba keluar daerah sudah tidak mungkin bisa dilakukan. Oleh karena itu, Kodrat Bali mengambil kebijakan dengan mengadakan sparring partner dengan petarung lokal Bali saja sebagai bagian dari try in.
“Try in itu salah satunya pada akhir Mei lalu, petarung PON Bali latih tanding dengan petarung pra-PON yang tidak lolos PON Bali. Sistemnya kami gunakan simulasi PON dengan 3 ronde,” ujar Tri Candra Arka, Kamis 3 Juni 2021.
Hasilnya memang sudah dipastikan, petarung PON Bali jauh mengungguli sparing partnernya itu namun unggul dinilai pri yang akrab disapa Gung Cok itu bukan berarti penampilan sudah sempurna. Masih ada beberapa kelemahan yang ditemukan pihak pelatih seperti teknik dan fisik petarung putra dan putri PON Bali.
“Masih ada tiga bulan sebelum PON. Kami optimis fisik dan teknik atlet meningkat seiring berjalannya waktu,” ungkapnya.
Di luar hal itu, kabar baiknya adalah tim tarung derajat PON Bali siap dijajal tim tarung derajat PON Jawa Tengah dalam tajuk latih tanding.
“Jawa Tengah bakal ke Bali pada bulan Juli nanti mereka menyatakan siap datang,” pungkasnya. (ari)








