
DENPASAR – Tampil di tengah pandemi Covid-19 menjadi tantangan tersendiri bagi puluhan seniman tari yang terlibat dalam penggarapan Peed Aya secara virtual untuk Pesta Kesenian Bali (PKB) 2021. Mereka harus beradaptasi tampil depan kamera menggunakan alat pelindung diri berupa “face shield”.

Saat atraksi, para penari tidak bisa leluasa bergerak karena menggunakan pelindung wajah atau “face shield” sebagai bagian dari protokol kesehatan agar tidak terpapar Covid-19. ” Tidak mudah memang, tapi para seniman tetap kita proyeksikan untuk taat prokes,” kata Kadek Wahyudita selaku konsep Pawai PKB virtual saat dihubungi, Senin 17 Mei 2021.
Pesta Kesenian Bali digelar kembali dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. PKB XLIII dirancang dan dilaksanakan secara daring dan luring dengan peserta terbatas. PKB rencana dibuka Presiden Jokowi pada 12 Juni 2021.
Pembukaan menampilkan sendratari ‘’Japatuan’’ garapan ISI Denpasar dan pada penutupan menampilkan sendratari ‘’Wana Parwa’’ karya SMKN 3 Sukawati Gianyar.
Acara lainnya di antaranya parade gong kebyar, lokakarya tembang macepat, lomba kerajinan, lomba taman penasar, lomba gender wayang, lomba tari barong ket, jegog mebarung, pagelaran drama gong klasik, lokakarya joged bumbung tradisi, pagelaran wayang kulit, lomba pidarta basa Bali, pagelaran wayang betel, lokakarya penulisan naskah drama gong, semara pegulingan, lomba desain dan peragaan busana, pagelaran arja klasik, lomba seni lukis wayang klasik, pagelaran gambuh, lomba balaganjur, pagelaran seni virtual, pagelaran gandrung, topeng prembon, genjek pragmentari, lokakarya ngelawang, palegongan klasik, palegongan melampahan, dan sebagainya.(sur)








