
DENPASAR – Masih munculnya persepsi salah di beberapa kalangan atlet Pelatda Bali dalam mengartikan dana tali kasih dan kegunaannya akhirnya kembali ditegaskan KONI Bali. Salah pengertian inilah terkadang memunculkan persoalan kecil tersediri dengan penilaian terhadap pelatih atau pengurus Pengprov cabang olahraga (cabor) itu sendiri.
Ketua Umum (Ketum) KONI Bali Ketut Suwandi akhirnya dengan tegas menjelaskan secara detil jika dana tali kasih itu diberikan untuk kebutuhan atlet Pelatda Bali.
“Tidak ada itu gaji untuk atlet Pelatda Bali. Itu harus dipahami atlet dan yang ada itu dana tali kasih,” tutur Suwandi saat dihubungi, Minggu 18 April 2021.
Mantan Ketum KONI Badung itu juga memaparkan, pengertian gaji itu hanya ada di lingkungan pegawai dimana ada kontrak kerja dan ikatan kerja.
“Kalau di olahraga itu kan arahnya jelas dengan adanya unsur hobi dan prestasi. Itu harus dimengerti atlet,” tambah Suwandi.
Ditegaskan pria yang dua periode menjabat Ketum KONI Bali itu, dana tali kasih itu juga untuk kebutuhan atlet Pelatda sendiri seperti diantaranya untuk transport, vitamin dan saling gotong royong dalam membayar uang sewa tempat latihan jika latihan di tempat komersil. Tujuannya sudah pasti, untuk meningkatkan prestasi
“Itu sudah jelas untuk kegunaan dana tali kasih. Dan semua itu juga karena memang karena keterbatasan dana di KONI Bali dalam menghadapi PON XX/2021 di Papua pada 2-15 Oktober mendatang. Jadi kalau ada atlet Pelatda Bali yang tidak mengerti soal semua itu maka ini sudah saya tegaskan. Sudahlah untuk atlet berlatihlah semangat tinggi dengan fokus mengejar prestasi di PON Papua,” pungkas Suwandi. (ari)








