
DENPASAR – Kendati musim hujan menjadi kendala tersendiri tapi ternyata hujan juga memberikan imbas positif pagi tim Motokros PON Bali dalam melakukan latihan rutin di Sirkuit Tengkudak Tabanan dan Sirkuit Wahana di Denpasar. Plus minus hujan ini dijadikan hikmah untuk membuat kekuatan fisik, kematangan teknik dan kecepatan tunggangan lebih bagus.
Menurut Manajer Tim Motokros PON Bali Tjokorda Vicky Ari Wibisana Sudarsana, dengan latihan di kondisi musim hujan yang pastinya bakal becek dan berlumpur maka kroser muda PON Bali bakal bisa lebih mudah mengencangkan laju tunggangannya ketika nantinya berlomba di musim kering.
“Ya kalau latihannya saat hujan dan dalam kondisi berlumpur dan becek pastinya tunggangan akan berat untuk melaju. Tapi jika diterapkan ke kondisi tidak hujan atau kering maka tarikan kecepatan pastinya akan lebih kencang. Ini sisi positifnya latihan di musim hujan,” kata pria yang akrab disapa Tjok Vicky itu ketika dihubungi, Rabu (20/1/2021).
Imbas positif lainnya, jika kroser PON Bali dihadapkan pada latihan dibawah guyuran air hujan, maka ketika nantinya berlomba atau bertanding dalam kondisi yang sama maka tingkat kelicinan, persoalan di tikungan sampai menggeber tunggangannya bakal bisa diatasi dengan baik.
“Makanya latihan rutin tetap dilakukan kroser PON asalkan Sirkuit Tengkudak lintasannya tidak sampai banjir. Jika dalam kondisi seperti itu maka latihan akan dipindah ke Sirkuit Wahana di Denpasar. Memang Sirkuit Wahana kondisinya kecil tapi kalau untuk pemanasan sudah cukup bagus,” tambah Tjok Vicky.
Hanya saja lajutnya, persoalan latihan di musim hujan muncul pada onderdil tunggangan yang cepat habis seperti kampas kopling dan kampas rem.
“Kalau normalnya keduanya bisa habis dalam 1,5 bulan, kalau musim hujan maksimal satu bulan kampas kopling dan kampas rem harus diganti. Itu borosnya disana,” demikian Tjok Vicky seraya menambahkan jika sekarang ini rata-rata kecepatan waktu kroser PON Bali saat latihan mencapai 1 menit 1 detik untuk satu kali putaran atau lap. (ari)








