
KARANGASEM – Pemerintah Kabupaten Karangasem menegaskan komitmennya dalam menjaga kelestarian bahasa, aksara, dan budaya Bali sebagai identitas yang harus diwariskan kepada generasi muda.
Komitmen tersebut disampaikan Bupati Karangasem, I Gusti Putu Parwata, saat menghadiri perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-16 Program Studi Pendidikan Bahasa Bali yang dirangkaikan dengan kegiatan Karangasem Akhir Pekan, Sabtu (26/7/2026).
Gus Par–sapaan Bupati Karangasem, mengapresiasi kiprah program studi pendidikan Bahasa Bali yang selama 16 tahun telah berkontribusi mencetak tenaga pendidik sekaligus generasi muda yang memiliki karakter, kecintaan terhadap budaya, serta kebanggaan terhadap identitas daerah.
“Bahasa, aksara, dan budaya Bali merupakan warisan adiluhung yang menjadi jati diri masyarakat Bali. Tugas kita bersama adalah menjaga, melestarikan, dan mewariskannya kepada generasi penerus agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman,” ujar Bupati Gus Par, didampingi Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga, I Gusti Bagus Budiadnyana.
Menurutnya, kemajuan teknologi tidak boleh menjadi ancaman bagi eksistensi budaya lokal. Sebaliknya, perkembangan digital harus dimanfaatkan sebagai sarana memperkenalkan dan mengembangkan kekayaan budaya Bali hingga dikenal lebih luas.
“Pelestarian budaya harus berjalan seiring dengan inovasi. Mari manfaatkan teknologi sebagai media untuk memperkenalkan bahasa dan budaya Bali, sehingga semakin dicintai generasi muda dan mampu dikenal hingga tingkat nasional maupun internasional,” tegasnya.
Gus Par juga mengajak perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat untuk terus memperkuat kolaborasi dalam membangun sumber daya manusia yang unggul tanpa meninggalkan akar budaya.
“Saya berharap sinergi ini terus diperkuat. Dengan kebersamaan, kita dapat melahirkan generasi yang cerdas, berkarakter, sekaligus bangga terhadap budaya dan identitas Bali. Inilah fondasi untuk mewujudkan Karangasem yang Agung,”tandasnya. (*)








