
KUTSEL – Setelah melewati tantangan pandemi, Bali Collection mulai melakukan penataan bertahap. Dalam waktu dekat, destinasi gaya hidup yang berlokasi di dalam kawasan The Nusa Dua ini akan kembali mengaktifkan area yang sebelumnya sempat vakum.
“Blok C itu dahulu kita tutup karena pandemi. Jadi semua tenant kita pindah ke Blok A dan B,” ungkap GM Commercial Properties PT Jakarta Setiabudi International (JSI) Tbk, Stella Kohdong, Rabu (15/7/2026).
Blok C ini rencananya akan dikembangkan sebagai blok Budaya Indonesia. Sesuai konsepnya, pada blok ini akan dihadirkan berbagai hal terkait Indonesia Heritage atau warisan budaya Indonesia. “Jadi di sini akan menjadi tempat showcase Indonesia, bukan hanya Bali. Baik itu seni budayanya, termasuk pula kulinernya,” bebernya bersama Deputy GM Commercial Properties PT JSI Tbk, Risnanty Kusuma Putri.
Sebagaimana pada blok lainnya, lansekap Blok C ini juga akan ditata sedemikian rupa sehingga lebih indah dan hijau. Pengembangan ini merupakan bagian dari visi jangka panjang Bali Collection, yakni menjadi destinasi yang menggabungkan retail, budaya, hiburan, kuliner, dan pengalaman komunitas dalam satu kawasan.
“Bali Collection sejak awal tidak hanya menjadi tempat berbelanja, tetapi juga tempat bagi pengunjung untuk menikmati karakter dan esensi Bali dalam satu destinasi. Dalam beberapa tahun terakhir, kami terus memperkuat komposisi tenant, pengalaman pengunjung, serta berbagai program destinasi. Pengembangan Block C merupakan tahap berikutnya dalam perjalanan Bali Collection dan akan membuka peluang baru bagi pengunjung, merek, serta komunitas yang ada di Nusa Dua,” ujarnya.
Dalam proses pengembangannya, Block C dijadwalkan mulai beroperasi pada akhir kwartal 1 tahun 2027. Seiring dengan pertumbuhan sektor pariwisata Pulau Dewata, Bali Collection dipastikan akan terus berkomitmen meningkatkan pengalaman destinasi yang ditawarkan, sambil tetap merayakan budaya, keramahan, dan semangat Bali yang menjadikannya salah satu destinasi paling dikagumi di dunia.
Sementara itu, selaku Head of Property Bali Collection, Robert Aditya Pramana mengungkapkan, sebelum pandemi, kunjungan ke Bali Collection memang didominasi oleh wisatawan mancanegara. Utamanya mereka yang menginap di hotel-hotel sekitar. Namun pasca pandemi, peningkatan kunjungan dirasakan berasal dari wisatawan domestik, dari angka sekitar 10 persen ke 30 persen.*








