
BULELENG – Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) berkomitmen membentuk tenaga pendidik atau guru yang tak hanya menguasai kompetensi pedagogik (ilmu pendidikan).
Sebagai Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang dipercaya menyelenggarakan Pendidikan Profesi Guru (PPG) Tahun 2026, Undiksha juga berkomitmen membentuk guru sebagai penjaga kebhinekaan, penanam nilai-nilai toleransi dan penggerak pendidikan inklusif.
“Karena, guru memiliki peran strategis dalam membentuk karakter peserta didik sekaligus menjaga persatuan bangsa,” tandas Koordinator PPG Undiksha, Gede Nurjaya, M.Pd., pada acara pembukaan Workshop Wawasan Kebhinekaan di Auditorium Kampus Undiksha, Rabu (15/7/2026).
Mewakili Rektor Undiksha, Nurjaya menegaskan calon guru harus mampu menghadirkan ruang belajar yang aman, inklusif, dan menghargai setiap perbedaan.
“Karena, Indonesia dibangun di atas keberagaman. Perbedaan harus menjadi kekuatan, bukan alasan untuk saling bertentangan atau terpecah belah,” tegasnya.
Nurjaya mengibaratkan keberagaman seperti canang sari dalam budaya Bali yang tersusun dari berbagai warna dan jenis bunga, namun menyatu dalam harmoni.
“Filosofi sederhana ini sangat relevan diterapkan di sekolah untuk menanamkan budaya saling menghargai, toleransi, serta pencegahan terhadap diskriminasi dan perundungan,” tandasnya.
Ia juga berharap, workshop yang menghadirkan narasumber, Kade Satya Gita Rismawan, M.Pd., dengan materi Strategi Membangun Pembelajaran Inklusif dan Humanis, Putu Indra Cristiawan, S.Pd., M.Pd., Ph.D., mengulas Penguatan Nilai Toleransi, Empati dan Dialog Multikultural, serta Dr. I Made Sarmita, S.Pd., M.Pd., dengan materi Pentingnya Mengintegrasikan Kearifan Budaya Lokal dalam Pendidikan Kebhinekaan, dapat memberikan pencerahan bagi calon guru tentang wawasan kebangsaan dan kebhinekaan.
“Melalui kegiatan ini, mahasiswa PPG diharapkan menjadi guru yang mampu menjadikan keberagaman sebagai kekuatan dalam proses pembelajaran, dan melahirkan generasi yang berkarakter, toleran, dan menjunjung tinggi persatuan dan kesatuan Indonesia,” pungkasnya.(*)








