
BADUNG – Warga Kanada berinisial AJK (46) ditemukan tewas bersimbah darah di villa wilayah Jimbaran, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Senin (6/7/2026) sekitar pukul 14.30 Wita.
Informasi yang dihimpun, bule yang tubuhnya dipenuhi tato itu diduga mengakhiri hidup dengan menembak kepalaya dengan tangan kanan memegang pistol jenis FN di pinggang.
Kematiannya diketahui setelah istrinya berinisial Ze yang berada di Jakarta serta rekannya, BJAC (42) curigai korban tidak bisa dihubungi.
Sekitar pukul 13.40 Wita, Ze menghubungi dan meminta tolong kepada security villa, MR (24) supaya mengecek suaminya karena sulit dihubungi sejak pagi.
“Setibanya di villa, saksi MR beberapa kali menggedor pintu, tetapi tidak ada respon,”kata sumber yang keberatan namanya diwartakan.
Istri korban menyuruh MR mengecek ke belakang villa. Kemudian, saksi memanggil engineering villa, MA (35) untuk membantu mengecek lewat balkon dan dilihatnya pintu belakang juga tertutup. “MA juga sempat menggedor pintu belakang, tetapi tidak ada respon. Kedua saksi akhirnya kembali ke pos. MA terakhir kali melihat korban masuk ke area villa pada Minggu (5/7) sekitar pukul 15.00 Wita mengendarai motor X-Max,”ungkap sumber.
Sementara, BJAC yang tinggal di Jimbaran membuat janji dengan korban hendak mengantar motor ke TKP. Namun, karena AJK tidak bisa dihubungi, pria asal Inggris itu menyuruh pegawainya, Dewa Ayu (41) mengecek villa korban sekitar pukul 14.00 Wita.
“Sampai villa, Dewa Ayu menggedor pintu villa korban, tetapi tidak ada respon,”ungkapnya.
Situasi itu semakin menimbulkan kekhawatiran BJAC. Saksi bergegas mendatangi villa sekitar pukul 14.20 Wita dan pintu villa korban didobrak.
“Saksi kaget melihat AJK bersimbah darah dengan posisi berbaring di sofa. Dia langsung memberitahu saksi lain dan lapor polisi,”beber sumber.
Hasil penyelidikan awal dari keterangan sejumlah saksi menyebut AJK memiliki riwayat gangguan psikologis berupa paranoid.
Ia juga pernah tiga kali melakukan percobaan bunuh diri saat masih tinggal di Jakarta, salah satunya dengan cara menyayat urat nadi yang membuatnya harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit selama tiga bulan.
Sementara itu, salah seorang tetangga villa korban mengaku tidak mendengar adanya suara keributan, teriakan, maupun suara letusan senjata api yang mencurigakan sebelum korban ditemukan tewas. Korban sendiri terakhir kali terlihat masuk ke area villa pada Minggu (5/7/2026) sore.
Tim Identifikasi Polresta Denpasar bersama Tim Identifikasi dan Labfor Polda Bali melakukan olah TKP mendalam pada Senin malam. Mengingat insiden ini melibatkan warga negara asing dan penggunaan senjata api, proses olah TKP dipimpin Kalabfor Polda Bali didampingi Direktur Reskrimum Polda Bali Kombes Lintar Mahardhono, serta Kapolresta Denpasar Kombes Leonardo D. Simatupang.
Kasat Reskrim Polresta Denpasar Kompol Agus Riwayanto Diputra mengonfirmasi masih melakukan penyelidikan. “Kami masih dalami motifnya,”tegas Agus Riwayanto kepada wartawan.








