
DENPASAR – Dalam upaya memperkuat kapabilitas rumah sakit dan klinik dalam memberikan layanan yang presisi, sebuah perusahaan teknologi kesehatan yang berbasis di Dubai, yakni Shealth AI, telah memulai serangkaian diskusi strategis bersama berbagai pemangku kepentingan di Indonesia. Langkah ini sebagai bentuk komitmen dalam mendukung ekosistem kesehatan yang inklusif, selaras dengan semangat integrasi platform Satu Sehat.
Kolaborasi yang bersifat top-down, adalah fokus utama dari inisiatif ini. Penjajakan kemitraan telah dilakukan dengan Bali Tourism Medical Association (BTMA) dan asosiasi rumah sakit lainnya.
“Dengan membuka peluang sinergi global dan mendorong layanan rumah sakit untuk menuju menjadi Rumah Sakit Pintar, saya mendukung kemajuan industri kesehatan khususnya medical tourism, dengan salah satunya membuka kolaborasi dengan Shealth AI untuk mendukung kemajuan rumah sakit pintar di Bali,” sebut Ketua BTMA, Dr. I Gede Wiryana Patra Jaya, M.Kes., di sela pelaksanaan diskusi, Jumat (10/7/2026).
Sementara itu, Direktur Keuangan dari Shealth AI, Aneri menegaskan, menjadikan teknologi diagnostik AI sebagai pendukung rumah sakit dan klinik dalam memberikan pelayanan cepat, akurat, dan terstandarisasi, adalah tujuan utama dari pihaknya. “Kami hadir untuk melengkapi ekosistem yang sudah ada, agar kualitas pelayanan masyarakat meningkat secara signifikan,” sebutnya.
Hal ini senada dengan yang disampaikan Associate Vice President – AI Strategy and Healthcare Operation, Vinod pada acara diskusi tersebut. Bahkan kata dia, selain masyarakat Indonesia, solusi radiologi Shealth juga dapat membantu wisatawan yang berkunjung. “Setiap pasien memiliki hak untuk mendapatkan penanganan yang tepat dan benar,” ujarnya.
Sebagai wujud nyata kolaborasi, di hari yang sama, BMTA dan Shealth AI juga telah melakukan penandatanganan kerjasama. Langkah ini dilakukan demi kemajuan industri kesehatan, khususnya empower para dokter.
“Solusi ini tentu membangkitkan dan meningkatkan bisnis bagi rumah sakit. Tidak hanya berdampak bagi dokter dan pasien, namun bagus juga untuk bisnis,” ucap Perwakilan Shealth AI Indonesia, Temmy Debora.
Sekilas untuk diketahui, Shealth AI adalah perusahaan teknologi kesehatan yang berfokus pada transformasi diagnostik melalui integrasi kecerdasan buatan (artificial intelligence) dan solusi teleradiologi canggih. Melalui sinergi antara teknologi AI terkini dan keahlian radiolog berpengalaman, perusahaan ini menyediakan solusi pencitraan medis yang aman dan efisien bagi rumah sakit, pusat diagnostik, serta sistem kesehatan di berbagai pasar global.
Kepatuhan terhadap regulasi, menjadi fondasi utama dalam setiap langkah yang diambil. Saat ini komunikasi intensif sedang dilakukan dengan Kementerian Kesehatan serta Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi). Diskusi difokuskan pada pemetaan kebutuhan teknologi yang sejalan dengan peta jalan transformasi digital kesehatan di Indonesia, termasuk memastikan seluruh sistem yang dikembangkan dapat bersinergi secara mulus dengan platform Satu Sehat milik pemerintah.
Dengan dialog ini, Shealth AI berupaya memastikan setiap inovasi yang dibawa ke pasar Indonesia tidak hanya bersifat mutakhir, tetapi juga aman, memiliki tata kelola data yang baik, dan sepenuhnya mendukung kedaulatan data kesehatan nasional.
Sebagai perusahaan global berpengalaman di kawasan Timur Tengah, Shealth AI membawa standar teknologi kelas dunia yang diharapkan mampu mengoptimalkan efisiensi operasional rumah sakit dan klinik. Fokusnya adalah pada kemudahan akses bagi tenaga medis dalam melakukan diagnosa yang lebih presisi, yang pada akhirnya memberikan rasa aman dan nyaman bagi pasien.
Melalui kemitraan strategis dengan asosiasi dan dukungan penuh terhadap regulasi pemerintah, Shealth AI berharap dapat menjadi bagian dari perjalanan panjang Indonesia menuju sistem kesehatan yang berbasis data, cerdas, dan merata hingga ke seluruh pelosok negeri. (adi)








