
KLUNGKUNG –Kawasan Pusat Kebudayaan Bali (PKB) di Kabupaten Klungkung yang sempat dijadikan tempat membuang sampah oleh oknum tidak bertanggungjawab, mulai disasar jadi lokasi aksi bersih sampah oleh Komunitas Malu Dong Buang Sampah Sembarangan, Minggu (5/7/2026).
Puluhan relawan bersama berbagai elemen masyarakat turun langsung memunguti sampah di sejumlah titik kawasan yang diproyeksikan sebagai ikon peradaban dan pusat kebudayaan Pulau Dewata itu.
Mereka tidak sekadar membersihkan lingkungan, tetapi juga menyampaikan pesan bahwa kepedulian terhadap sampah harus dimulai dari tindakan sederhana.
Gerakan bertajuk Back to School itu juga diikuti Bupati Klungkung I Made Satria
yang sekaligus ikut memunguti sampah bersama para relawan. Bupati menyebut aksi tersebut sebagai gerakan kecil yang memiliki dampak besar bagi masa depan daerah.
“Saya sangat mengapresiasi dan berterima kasih atas dedikasi luar biasa ini. Ini adalah sesuatu yang sangat penting. Dari tindakan kecil memungut sampah hari ini, kita sedang menularkan sesuatu yang besar untuk lingkungan dan masa depan kita,” ujar Made Satria.
Menurutnya, aksi yang dipelopori Komunitas Malu Dong bukan sekadar kegiatan bersih-bersih sesaat. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi media edukasi yang efektif untuk membangun kesadaran masyarakat agar tidak lagi membuang sampah sembarangan.
Bupati menilai, perubahan perilaku masyarakat tidak selalu harus diawali melalui kebijakan besar atau pembangunan fasilitas mahal. Justru melalui aksi sederhana yang dilakukan secara konsisten, budaya menjaga kebersihan dapat tumbuh dan menjadi kebiasaan bersama.
“Kegiatan seperti ini merupakan edukasi visual yang sangat kuat. Ketika masyarakat melihat langsung orang-orang peduli lingkungan memungut sampah, akan muncul rasa malu untuk membuang sampah sembarangan,” katanya.
Made Satria juga menegaskan bahwa persoalan sampah tidak mungkin diselesaikan hanya mengandalkan pemerintah. Sehebat apa pun program yang disusun pemerintah, tanpa partisipasi masyarakat, persoalan sampah akan terus berulang.
“Harapan kami, generasi muda dan seluruh masyarakat yang hadir hari ini menjadi agent of change yang menyebarkan virus positif kepedulian lingkungan di mana pun berada,” ujarnya. (*)








