
KLUNGKUNG – Kabupaten Klungkung menampilkan sejumlah garapan seni pada Pembukaan dan Pelepasan Peed Aya (Pawai) Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026, Sabtu (13/6/2026).
Salah satu garapan seni yang disuguhkan Kabupaten Klungkung pada PKB yang mengangkat tema
Atma Kerthi: Jiwa Sidha Parisudha” (Memuliakan Jiwa Paripurna) berupa pementasan Barong Nong-Nong Kling dengan lakon ‘Kumbakarna Kerebut’.
Pertunjukan yang dibawakan oleh sekaa seni Desa Aan, Kecamatan Banjarangkan ini merupakan simbol keteladanan akan kecintaan negara atau loyalitas terhadap tanah kelahiran.
Lakon Kumbakarna Kerebut mengisahkan seorang ksatria sejati seorang Kumbakarna yang setia dan cintanya kepada negara. Ia turun ke medan perang melawan ratusan pasukan kera dibawah pimpinan Raja Sugriwa, bukan karena membela saudara kandungnya, Rahwana yang bersalah, melainkan demi membela tanah airnya yakni Alengka.
Selain memberikan makna kecintaan, pertunjukan Barong Non-Nong Kling juga sarat dengan hakekat ‘Rwa Bineda’ yakni nilai kebenaran (Dharma) dan unsur kejahatan (Adharna). Nilai kebenaran diwakili tokoh Hanoman bersama pasukan keranya, sedang unsur kejahatan disimbolkan pada sosok Rahwana.
Pertunjukan Barong Nong-Nong Kling yang menampilkan pertarungan simbolik antara dharma dan adharma yang pada akhirnya kemenangan ada di pihak dharma. Pertarungan tersebut tidak sekedar dimaknai sebagai konflik fisik, melainkan pergulatan batin manusia melawan hawa nafsu, ego bahkan kecenderungan tindakan destruktif.
Kemenangan dharma bisa dimaknai keberhasilan manusia menempatkan nilai-nilai kebajikan sebagai landasan hidup. Tema Memuliakan Jiwa Paripurna, dapat dibaca sebagai pesan, pembangunan Bali tidak sekedar mengejar kemajuan ekonomi, keberhasilan sejati terletak pada kemampuan membangun manusia berkarakter, berbudaya dan bermoral.
Bupati Klungkung, I Made Satria yang ikut hadir pada acara pembukaan menyatakan rasa bangga dan apresiasinya atas dedikasi para seniman muda Klungkung yang tampil penuh totalitas.
“Pawai hari ini bukan sekedar tontonan, melainkan tuntunan. Seluruh materi pawai dari Klungkung benar-benar mengimplementasikan tema Atma Kerthi,” ujar Bupati Satria.
Garapan seni lain yang ditampilkan Kabupaten Klungkung seperti Gong Suling, Tari Kreasi Baru Damar Kurung, Fragmen Tari Pencok Saang. (*)








