
KUTSEL – Proses perbaikan motor pompa di UPA Siligita Nusa Dua hingga kini masih berlangsung. Dari tiga unit pompa yang mengalami kerusakan akibat korsleting, dua di antaranya masih dalam tahap penanganan.
Direktur Teknik Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Mangutama Kabupaten Badung, I Made Suarsa kembali menjelaskan bahwa pada saat Hari Raya Nyepi lalu, terdapat tiga pompa aktif yang mengalami kerusakan. Untuk menjaga pasokan air, sementara waktu dioperasikan satu pompa cadangan sambil menunggu kedatangan teknisi.
Setelah teknisi tiba di Pulau Dewata, perbaikan pun langsung dilakukan. Saat ini, selain pompa cadangan, satu pompa lainnya telah berhasil difungsikan kembali untuk membantu distribusi air ke sejumlah wilayah terdampak.
“Jadi sekarang ini ada baru dua pompa yang beroperasi. Untuk dua pompa lainnya, masih kami kerjakan,” imbuhnya, Senin (30/3/2026).
Namun demikian, karena belum seluruh pompa kembali normal, suplai air ke pelanggan masih belum sepenuhnya stabil. Untuk itu, Perumdam Badung masih menerapkan sistem distribusi air secara bergilir guna memastikan pemerataan layanan. Adapun sejumlah wilayah yang tercatat masih belum mendapat suplai air secara normal yakni Jalan Taman Yoga Kutuh, Jalan Gubug Sari Kutuh, Perum Beranda Bukit Kutuh, Melangkaja Kutuh, Goa Gong (atas), serta Merak 1 / Garuda.
“Jadi begitu mendapat giliran, pelanggan terdampak kami harap bisa melakukan penampungan. Layanan mobil tangka kami juga masih terus bergerak untuk memenuhi kebutuhan air pelanggan terdampak,” ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Suarsa juga menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan pelanggan. Ia menegaskan bahwa pihaknya terus berupaya maksimal agar perbaikan dapat segera rampung.
Selain itu, ia mengingatkan bahwa setelah perbaikan selesai, masih akan ada proses pemadatan aliran yang memerlukan waktu, terutama untuk menjangkau wilayah dengan elevasi lebih tinggi.
“Perlu juga kami informasikan, begitu proses perbaikan selesai, nanti juga ada yang namanya pemadatan. Proses ini membutuhkan waktu, apalagi untuk mengalirkan ke wilayah-wilayah tinggi. Kami harap masyarakat pelanggan bisa bersabar, dan segera menginformasikan kepada kami jika ada kendala lainnya seperti temuan kebocoran atau sejenisnya,” pungkasnya. (adi)








