
GIANYAR – Sebanyak 21 ogoh-ogoh terbaik dari berbagai kecamatan di Kabupaten Gianyar akan tampil dalam ajang Wimbakara (lomba) Ogoh-ogoh Caka 1948 yang digelar dalam rangkaian Pekan Budaya Gianyar 2026.
Mengusung tema “Bhuana Purnaning Jiwa”, yang bermakna upaya penyempurnaan jiwa manusia (Bhuana Alit) dalam rangka menjaga kesucian dan keseimbangan alam semesta (Bhuana Agung), menghadirkan ruang ekspresi dan kreativitas anak muda, semangat pelestarian tradisi sekaligus penguatan nilai filosofis budaya Bali.
Sekretaris Daerah (Sekda) Gianyar, I Gusti Bagus Adi Widhya Utama, mengatakan kegiatan ini bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan ruang ekspresi dan kreativitas yowana (pemuda) dalam menjaga warisan budaya leluhur.
“Wimbakara ini menjadi momentum bagi generasi muda untuk menunjukkan kreativitas sekaligus memperdalam makna filosofi ogoh-ogoh. Tema ‘Bhuana Purnaning Jiwa’ mengandung pesan keseimbangan antara Bhuwana Agung dan Bhuwana Alit, yakni harmonisasi antara alam semesta dan manusia,” kata I Gusti Bagus Adi Widhya Utama, Senin (2/3/2026).
Ajang ini memperebutkan hadiah puluhan juta rupiah. Untuk tingkat kecamatan, juara pertama akan memperoleh Rp 25 juta, juara kedua Rp 20 juta, dan juara ketiga Rp15 juta.
Sementara di tingkat kabupaten, juara pertama mendapatkan Rp 50 juta, juara kedua Rp 40 juta, juara ketiga Rp 30 juta, serta juara harapan dengan total hadiah mulai dari Rp10 juta hingga Rp 25 juta.
Pemkab Gianyar berharap kegiatan ini mampu memperkuat identitas budaya daerah sekaligus menjadi daya tarik dalam Pekan Budaya Gianyar 2026.
“Kami mengajak seluruh yowana se-Kabupaten Gianyar untuk mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya. Tampilkan karya terbaik yang tidak hanya megah secara visual, tetapi juga sarat makna,” tutupnya. (dar,yan)








