
BADUNG – Bibit siklon tropis 91W muncul di perairan Samudra Pasifik, utara Papua Barat Daya. Bibit siklon ini memiliki kecepatan angin maksimum sekitar 30 knot, dan bergerak ke arah barat laut.
Prakirawan Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah III Denpasar, Luh Eka Ari Santi mengungkapkan, berdasarkan pembaruan data 13 Januari 2026, bibit siklon ini dipastikan tidak memberikan pengaruh signifikan terhadap cuaca di Bali.
“Posisi bibit siklon cukup jauh dari Bali. Dan saat ini sudah bergerak menjauh dari wilayah Indonesia, sehingga tidak berdampak pada pola cuaca di Bali,” sebutnya Rabu (14/1/2026). Lalu, bagaimana dengan peningkatan intensitas hujan di Bali akhir-akhir ini? Ditanya demikian, Eka menyebut bahwa itu lebih dipengaruhi faktor musim. Sebagaimana prakiraan awal, puncak musim hujan diprediksi terjadi pada bulan Januari – Februari.
“Dalam sepekan terakhir, kondisi cuaca di Bali secara dominan didominasi hujan di sebagian besar wilayah. Sebaran hujan cukup merata, dengan intensitas ringan hingga lebat,” imbuhnya.
Karenanya, Eka mengimbau masyarakat agar tetap waspada pada potensi hujan lebat yang dapat disertai kilat, petir, serta angin kencang berdurasi singkat. Imbauan tersebut berkaitan pula dengan potensinya yang dapat memicu bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang.
“Kami mengimbau masyarakat untuk terus memantau dan memperbarui informasi cuaca melalui kanal resmi BMKG,” pungkasnya. (adi,dha)








