
BULELENG – Polres Buleleng menggeber hasil evaluasi selama tahun 2025, baik pembinaan personel, penghargaan yang diraih, penindakan pelanggaran personil, termasuk bidang operasional.
Dari hasil evaluasi bidang operasional, pengungkapan kasus kriminalitas secara umum terutama 3 jenis keriminalias menonjol meliputi penganiayaan, penipuan dan penggelapan serta kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) mengalami penurunan dibandingkan tahun 2024.
“Kasus penganiayaan meningkat dari 79 kasus pada tahum 2024 menjadi 88 kasus ditahun 2025, sementara kasus tipu/gelap turun dari 38 kasus menjadi 35, KDRT dari 48 kasus menjadi 41 kasus dan curanmor dari 42 kasus menjadi 19 kasus di tahun 2025,” ungkap Kapolres Buleleng AKBP Ida Bagus Widwan Sutadi pada acara pers reliese di Ruang Ananta Wijaya Mapolres Buleleng, Senin (29/12/2025).
Kapolres Widwan didampingi jajaran PMA Polres Buleleng serta Kapolsek jajaran memaparkan pengungkapan kasus kejahatan jalanan antara lain 3C, penganiayaan berat dan pembunuhan sebanyak 75 kasus,pengungkapan kasus kekerasan fisik/seksual terhadap kelompok rentan sebanyak 80 kasus.
“Untuk kasus narkoba yang menjadi prioritas dan menjadi komitmen kami untuk perang terhadap narkoba demi menyelamatkan generasi muda, mengalami penurunan dibanding tahun 2024 dari 103 kasus menjadi 90 kasus di tahun 2025,” urainya.
Komitmen Polres Buleleng dalam penanganan kejahatan narkoba ini sejalan dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Buleleng yang menyatakan Buleleng Darurat Narkoba.
“Meski mengalami penurunan tahun 2025 ini, Polres Buleleng tetap berkomitmen untuk perang terhadap narkoba demi menyelamatkan generasi muda,” tegasnya.
Sementara untuk hasil evaluasi kecelakaan lalulintas, kata Kapolres Widwan, mengalami peningkatan sebanyak 6 kasus dibandingkan tahun 2024.
“Jumlah lakalantas tahun 2025 meningkat sebanyak 6 kasus atau 0,48 persen dari 1254 kasus di tahun menjadi 1260 kasus di tahun 2025. Hal ini mengindikasikan masih banyak pelanggaran yang dilakukan oleh pengemudi di jalan raya dan berpotensi mengakibatkan lakalantas. Salah satu kasus lakalantas yang menonjol dan masih dalam penanganan adalah lakalantas yang terhadi di Gitgit, mengakibatkan lima wisatawan meninggal dunia,” tandasnya.
Serangkaian peringatan malam pergantian tahun 2025 menuju tahun 2026, Polres Buleleng mengajak dan mengimbau masyarakat agar tidak menggunakan petasan/mercon, melakukan konvoi, pesta miras maupun narkoba.
“Mari kita peringati pergantian tahun 2025 menuju tahun 2026 secara sederhana, melalui doa bersama mengingat saudara kita di Sumatera sedang berduka akibat bencana alam,” tandas Kapolres Widwan yang mendapat promosi menjabat Wakapolres Bandara Soekarno-Hatta. (kar/jon)








