
KARANGASEM – Tim voli putra Gianyar menundukkan Badung 3-0 pada laga final di GOR Gunung Agung, Amlapura, Sabtu (13/9/2025) malam.
Kemenangan ini mengukuhkan Gianyar sebagai juara untuk ketiga kalinya secara beruntun pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Bali XVI.
Bertanding di bawah arahan pelatih senior Dewa Yuda Brata (Mangkok), Gianyar tampil percaya diri dengan dukungan penuh suporter. Para bintang lapangan seperti Dewa Toris, Komang Bukit, Komik, Wahyu, Adit, dan Dwi Ananta bermain impresif hingga menyapu bersih laga.
Set pertama berjalan dramatis sebelum ditutup Gianyar 28-26. Set kedua lebih stabil dengan skor 25-22, lalu set ketiga kembali menegangkan sebelum dikunci 25-23. Hasil itu memastikan emas jatuh ke tangan Gianyar sekaligus menegaskan status mereka sebagai penguasa voli putra Porprov.
“Ini perjuangan luar biasa. Anak-anak selalu bermain lepas dan enjoy. Persiapan panjang kami terbayar lunas,” ungkap Yuda Brata. Ia menambahkan, sejak setahun lalu tim sudah digembleng serius, bahkan tiga bulan jelang Porprov tidak diizinkan ikut turnamen lain demi menjaga fokus.
Kemenangan itu turut disaksikan Bupati Gianyar I Made Agus Mahayastra, Sekda I Gusti Bagus Adi Widya Utama, serta jajaran OPD.
Usai pengalungan medali, Bupati dan Sekda memberikan bonus Rp 35 juta dari kantong pribadi.
Pemain kunci Gianyar, Dewa Gede Girinata alias Dewa Toris, mengaku bangga bisa mempersembahkan emas kembali.
“Dukungan langsung Bapak Bupati dan masyarakat jadi energi tambahan bagi kami,” ucapnya.
Badung Pertahankan Emas
Di sektor putri, Badung mempertahankan emas setelah menundukkan tuan rumah Karangasem dengan skor telak 3-0. Meski berlangsung ketat, Karangasem gagal memanfaatkan peluang akibat beberapa kesalahan elementer.
Badung menang cepat 25-11 di set pertama, kemudian menghadapi perlawanan ketat 25-23 di set kedua, sebelum memastikan kemenangan di set ketiga 25-21.
Pelatih Badung, I Nyoman Gendara, menyatakan puas dengan hasil tersebut.
“Kami persiapkan tim hampir setiap hari latihan, sekali latihan bisa lima jam lebih. Persaingan tahun ini jauh lebih ketat, tapi anak-anak tampil konsisten,” ujarnya.
Sementara itu, harapan Karangasem meraih emas pupus setelah tim putri kandas di final dan tim putra kalah tipis 2-3 dari Tabanan dalam perebutan perunggu.
Dengan demikian, Karangasem hanya mampu membawa pulang satu medali perak. Kendati demikian, Ketua PBVSI Karangasem I Wayan Suastika tetap bersyukur atas suksesnya penyelenggaraan.
“Target memang belum tercapai, tetapi secara umum Karangasem berhasil menjadi tuan rumah perdana untuk voli indoor dan pasir dengan lancar. Ke depan tentu akan kami evaluasi,” ucapnya. (wat)








