
JEMBRANA – Dinas Kesehatan Kabupaten Jembrana bersama Puskesmas II Melaya melakukan skrining terhadap karyawan tempat hiburan malam di wilayah Kelurahan Gilimanuk, Rabu (3/9/2025).
Pemeriksaan tersebut sebagai deteksi dini penyakit menular seperti TBC dan HIV/AIDS. Tim medis juga melakukan pengecekan darah, termasuk tes VCT (Voluntary Counselling and Testing).
Lurah Gilimanuk, Ida Bagus Tony Wirahadikusuma mengatakan, pemeriksaan kesehatan terhadap puluhan pekerja tempat hiburan malam sebagai langkah antisipasi agar kasus HIV/AIDS tidak melonjak terutama di Gilimanuk yang menjadi pintu masuk Bali.
“Tujuan utama kegiatan ini adalah untuk mengantisipasi lonjakan kasus HIV/AIDS di Kabupaten Jembrana, khususnya di Kelurahan Gilimanuk,”katanya.
Ia meyebut di wilayahnya ada tiga tempat hiburan malam dan pemeriksaan kesehatan terhadap pekerja sudah dua hari dilakukan.
“Kemarin memeriksa sembilan orang di satu tempat dan tujuh orang di tempat lainnya. Hari ini, enam orang diperiksa,” ungkapnya.
Sementara, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Jembrana, I Gede Ambara Putra menyebut dalam setahun terakhir tercatat 48 kasus baru HIV/AIDS di Jembrana.
Dengan tambahan ini, jumlah kumulatif orang dengan HIV (ODHIV) yang masih hidup mencapai 632 orang dan 529 di antaranya atau 84 persen telah menjalani pengobatan.
“Sebagian besar ODHIV sudah mendapatkan penanganan medis,”ungkapnya.
Upaya menekan kasus HIV/AIDS dilakukan melalui sosialisasi menyeluruh ke berbagai lapisan masyarakat, mulai dari siswa, pemuda, hingga kelompok berisiko.
“Saat ini tersedia 15 layanan tes HIV di Jembrana, terdiri atas 10 puskesmas, 4 rumah sakit, dan 1 klinik. Dengan akses layanan yang dekat, kasus dapat lebih cepat terdeteksi dan ditangani,” katanya. (ara)








