
GIANYAR – Sebanyak 43 karya lukisan bakal tampil dalam Pameran Seni bertajuk Keris in Vibrant Colors yang akan dibuka mulai Senin (1/9/2025) hingga 1 Oktober 2025 di Neka Art Museum (NAM).
Karya seni dari 4 maestro dan 34 seniman kontemporer dari Bali dan berbagai daerah mengintepretasikan keris, ikon budaya Nusantara dalam sapuan warna dan bentuk kontemporer. Pameran ini menjadi ajang pertemuan tradisi dan seni modern.
Lukisan-lukisan yang dipamerkan merupakan karya maestro Indonesia seperti Srihadi Soedarsono, Bagong Kussudiardjo, Nyoman Gunarsa, dan Jero Mangku R. Soebroto, serta 34 seniman kontemporer dari Bali dan berbagai daerah.
Menurut inisiator pameran Dr. PM. Kardi Suteja, pameran ini berupaya menghidupkan kembali makna keris sebagai pusaka spiritual melalui medium seni lukis.
“Keris diposisikan ulang, bukan sekadar benda sakral, tetapi simbol estetika, refleksi budaya, dan ekspresi kreatif,” ujarnya, Sabtu (30/8/2025).
Enam Sub-Tema Makna Keris
Pameran yang dikurasi Dr. Mikke Susanto, M.A ini dibagi ke dalam enam sub-tema:
- Keris dalam Kisah Tradisi – jejak mitos dan pewayangan.
- Asesoris Pertunjukan – keris dalam seni pertunjukan dan tari.
- Keris & Dharma – nilai spiritual dan moral.
- Keris dalam Perang – simbol keberanian dan kekuatan.
- Keris sebagai Intangible Heritage – warisan takbenda yang penuh makna.
- Keris dalam Upacara Tradisi – peran keris dalam ritus budaya Bali.
Setiap lukisan bukan hanya menghadirkan visual yang indah, tetapi juga narasi filosofis yang merefleksikan sejarah, spiritualitas, dan identitas budaya Nusantara.
Neka Art Museum: Pelopor Museum Keris di Indonesia
Neka Art Museum didirikan pada 7 Juli 1982 oleh Pande Wayan Suteja Neka dan menjadi pelopor museum keris swasta pertama di Indonesia melalui pendirian Paviliun Keris pada 2007. Hingga kini, NAM konsisten menjaga warisan seni Bali sekaligus memberi ruang pada seniman untuk bereksperimen dalam seni kontemporer.
Rangkaian pameran Keris in Vibrant Colors, juga akan diisi pameran keris, lounching buku Taksu Keris Bali karya Menteri Kebudayaan Fadli Zon serta pertunjukan. (yan)








