
KLUNGKUNG – Suasana duka menyelimuti Banjar Nesa, Desa Banjarangkan, Klungkung, Senin (7/7/2025) tengah malam. Jenazah I Kadek Oka (51), salah satu korban tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya di Selat Bali, akhirnya tiba di rumah duka sekitar pukul 00.14 WITA.
Tangis haru dan isak keluarga pecah seketika begitu peti jenazah diturunkan. Ratusan warga dan kerabat yang sejak sore sudah memadati rumah duka langsung menghampiri, ikut menyampaikan belasungkawa kepada keluarga almarhum. Kepergian Kadek Oka menyisakan luka mendalam, bukan hanya bagi keluarga, tapi juga warga sekitar yang mengenalnya sebagai sosok pekerja keras dan ramah.
“Sejak sore warga sudah ramai berdatangan. Begitu jenazah datang, rasa duka menyelimuti warga,” ujar Perbekel Banjarangkan, Anak Agung Gde Indrawan Diputra, Selasa (8/7/2025) pagi.
Kadek Oka merupakan sopir truk semen yang bekerja di salah satu perusahaan distributor di Klungkung. Ia menjadi salah satu dari puluhan penumpang yang berada di atas kapal KMP Tunu Pratama Jaya yang tenggelam pada Rabu (2/7/2025), saat menyeberang dari Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi menuju Gilimanuk.
Almarhum diketahui mengemudikan truk bernomor polisi DK 8565 MH, bersama rekannya Eko Satrio yang membawa truk lain dengan nomor DK 8153 AD. Naas, kapal yang mereka tumpangi tenggelam hanya 24 menit setelah berlayar, tepatnya sekitar pukul 23.20 WIB, saat berada di tengah Selat Bali.
Diidentifikasi Tim DVI Polda Jatim
Jenazah Kadek Oka sebelumnya ditemukan mengapung di laut. Proses identifikasi dilakukan oleh Tim DVI Biddokkes Polda Jawa Timur, yang kemudian memastikan identitas korban melalui pencocokan data dan ciri-ciri fisik.
Kabar penemuan jenazah Kadek Oka sempat viral di media sosial, sehingga banyak warga Banjarangkan mengetahui lebih awal dan langsung berinisiatif datang ke rumah duka sebagai bentuk solidaritas.
Upacara Pengabenan Digelar Hari Ini
Menurut rencana, jenazah Kadek Oka akan diaben pada Selasa siang (8/7/2025) di setra desa setempat.
“Hari ini akan dilakukan upacara pengabenan. Warga juga akan bergotong royong dalam pelaksanaannya,” imbuh Indrawan Diputra.
Peristiwa tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya meninggalkan duka bagi puluhan keluarga korban. Dari 65 orang di atas kapal, yang terdiri dari 53 penumpang dan 12 kru, proses pencarian masih terus dilakukan oleh tim SAR gabungan. Kapal tersebut juga mengangkut 22 kendaraan, termasuk 14 truk tronton, salah satunya yang dikendarai Kadek Oka. (yan)








