
BADUNG – Cuaca ekstrem masih berpotensi melanda wilayah Bali dalam beberapa hari ke depan. Selain hujan deras, gelombang berketinggian hingga 6 meter juga berpeluang terjadi di perairan Bali.
Prakirawan Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah III Denpasar, Luh Eka Arisanti menjelaskan, hujan deras yang belakangan mengguyur Bali dipengaruhi oleh beberapa faktor atmosfer. Di antaranya adalah Gelombang Rossby Ekuatorial dan Gelombang Kelvin, yang memicu peningkatan pembentukan awan di wilayah Pulau Dewata.
Selain itu, indeks Southern Oscillation (SOI) saat ini berada pada angka +11,2, yang menandakan adanya peningkatan aktivitas konvektif di sebagian wilayah Indonesia, khususnya di kawasan tengah dan timur. Suhu muka laut yang lebih hangat di sekitar Bali juga turut memperkuat proses penguapan. “Faktor lain, juga karena melemahnya angin Monsun Australia membuat kelembapan udara di Bali meningkat signifikan,” sambungnya.
Untuk tiga hari ke depan, prakiraan cuaca secara umum menunjukkan kondisi berawan dengan potensi hujan ringan hingga sedang. Angin diperkirakan bertiup dari arah timur hingga tenggara dengan kecepatan antara 4-40 km/jam.
Tak hanya hujan, masyarakat juga diimbau untuk mewaspadai kondisi gelombang laut. Seperti di perairan selatan Bali, gelombang berpotensi mencapai ketinggian 4-6 meter. Sementara di Selat Lombok bagian selatan dan Selat Bali bagian selatan, tinggi gelombang diperkirakan antara 2,5-4 meter. Sedangkan di Selat Lombok bagian utara, adalah antara 1,25-2,5 meter. “Warga diharap selalu waspada terhadap hujan sedang hingga lebat, kecepatan angin yang meningkat, serta tinggi gelombang laut,” pungkasnya. (adi)








