
BULELENG – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Buleleng Gede Suyasa pimpin Apel Krida Pemerintah Kabupaten Buleleng meningatkan etos kerja ASN.
Selain mengapresiasi peningkatan kehadiran aparatur sipil negara (ASN) baik yang berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) termasuk yang baru menerima SK-P3K tahap I maupun calon P3K tahap II, pada momentum tersebut juga ditegaskan status pegawai honor yang tidak lulus seleksi P3K Tahap II.
“Kami apresiasi P3K atas kehadirannya, ini mungkin apel perdana disini usai dilantik. Terimakasih sekali lagi telah mulai muncul kesadaran baru, etos kerja, ritme kerja baru, ikuti aturan sebagai ASN dan tidak ada waktu untuk bermalas-malasan lagi,” tandas Sekda Suyasa pada kegiatan Apel Krida Pemkab Buleleng di Lapangan Ngurah Rai, Taman Kota Singaraja, Jumat (4/7/2025).
Sekda Suyasa juga mengingatkan seluruh ASN khususnya calon P3K tahap II yang tidak lulus seleksi agar meminta informasi kepada atasan langsung atau organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, sehingga mendapat penjelasan yang pasti.
“Silakan diskusi, konsultasi ke kami selaku Pansel atau ke BKPSDM, itu lebih tepat. Jangan mencari bumbu ke rumah orang lain, bakal tidak ketemu,” tandasnya.
Ditegaskan, calon P3K tahap II yang tidak lulus tetap menjadi Pegawai Pemeritah dengan Kontrak Kerja (P3K) paruh waktu, memilili nomor induk pegawai dan digaji melalui APBD Buleleng.
“Dan itu sudah dianggarkan. Itu kebijakan pimpinan berdasarkan sisi kemanusiaan, politik dan publik,” jelasnya.
Kepada seluruh ASN juga diingatkan etos kerja birokrasi yang harus siap mengemban amanah dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
“Disiplin dalam bekerja dan sikap melayani adalah kunci untuk menjaga kepercayaan publik, harus tetap semangat,” pungkasnya. (kar/jon)








