
BANGLI – Penyidik Polres Bangli resmi menetapkan Wayan Luwes alias Jro Luwes sebagai tersangka dalam peristiwa duel berdarah arena tajen di Enjung Les, Banjar Tabu, Desa Songan, Kecamatan Kintamani, Bangli, Sabtu (14/6/2025) lalu.
Dalam duel tersebut, I Komang Alam, tewas di tangan Jro Luwes, karena mengalami luka serius akibat terkena senjata tajam.
Kasi Humas Polres Bangli AKP I Wayan Sarta, Rabu (18/6/2025) mengatakan Mangku Luwes disangkakan dengan Pasal 338 subsider Pasal 35 ayat 3 dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penajara.
“Hari ini (Rabu) kami sudah menetapkan yang bersangkutan (Mangku Luwes) sebagai tersangka. Penetapannya di rumah sakit (RSUP Prof. Ngoerah) di Denpasar,”jelas Sarta didampingi Kasatreskrim Polres Bangli AKP IGN Jaya Winangun.
Meski sudah berstatus tersangka, Jro Luwes alias Mangku Luwes, yang merupakan mantan terpidana kasus serupa ini belum ditahan. Pihak kepolisian beralasan kondisi Mangku Luwes masih dalam perawatan, meskipun sudah dinyatakan stabil.
“Belum ditahan. Menunggu besok 1 kali 24 jam. Tergantung kondisi kesehatannya,”sambung Jaya Winangun.
Ia mengungkapkan, saat ini kondisi Mangku Luwes mantan napi LP Nusa Kambangan, Cilacap, Jawa Tengah ini sudah membaik. Peralatan medis berupa selang yang sebelumnya dipasang di perutnya,sudah dilepas.
“Saat ini tahap mobilisasi belajar duduk dan jalan bertahap,”imbuh Winangun.
Sebelumnya, perkelahian berdarah terjadi di sebuah arena tajen (sabung ayam) di Desa Songan, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Sabtu (14/6/2025). Insiden tragis ini mengakibatkan Komamg Alam meninggal dunia dan Mangku Luwes dalam kondisi kritis.
Peristiwa berdarah itu bermula, warga menggelar tajen di lokasi Enjung Les, Banjar Tabu, Desa Songan. Sekitar pukul 16.00 WITA, Mangku Luwes datang diduga dalam keadaan mabuk dan langsung mencari orang yang bertanggung jawab atas jalannya arena tajen tersebut.
Diduga karena terlibat cekcok, terjadi adu mulut yang memanas hingga berujung perkelahian antara Mangku Luwes dan Komang Alam Keduanya saling serang menggunakan senjata tajam. Komang Alam mengalami luka parah di bagian perut akibat sabetan senjata tajam, sementara Mangku Luwes juga terluka akibat terkena taji ayam aduan.
Keduanya sempat dilarikan ke rumah sakit, namun dalam perjalanan Komang Alam dinyatakan meninggal dunia. (dus,yan)








