
BULELENG – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Buleleng melalui Bank Sampah Unit (BSU) Bima Resik gencarkan program ‘Bazar Butik’, Bazar Buah dari tabungan Sampah Plastik.
Selain wujud nyata dari komitmen mengurangi timbulan sampah plastik ke Tempat Pemerosesan Akhir (TPA) dengan capaian hingga 13 ton, program yang telah dilaksanakan selama tiga tahun terakhir ini juga dapat meningkatkan kesejahteraan anggota dengan mendapat buah-buahan dari tabungan sampah untuk memenuhi kebutuhan Hari Suci Galungan dan Kuningan.
“Program ini merupakan bagian dari komitmen kami bersama karyawan yang tergabung dalam BSU Bima Resik DLH Buleleng dalam mengurangi timbulan sampah plastik atau anorganik masuk ke TPA,” ungkap Sekretaris DLH Buleleng Kadek Agus
Hartika usai membuka ‘Bazar Butik’ di Kantor DLH Buleleng, Senin (21/4/2025).
Kegiatan ‘Bazar Butik’ ini, kata Agus Hartika, merupakan bagian dari sistem Bank Sampah Unit (BSU) yang telah dibentuk pada semua lini, mulai dari OPD, desa, sekolah, kampus, hingga lembaga masyarakat.
“Melalui BSU, masyarakat dan pegawai aktif menabung sampah anorganik terutama plastik yang dikonversi dalam bentuk uang tabungan. Total nilai sampah yang dikumpulkan mencapai hampir Rp25 juta, sebagian besar dana tabungan tersebut digunakan untuk membeli buah-buahan, yang dibagikan kembali kepada para penabung serangkaian Hari Raya Galungan dan Kuningan,” ungkapnya.
Berdasarkan catatan, dalam 6 bulan terakhir BSU Bima Resik menerima tabungan sampah anorganik sebanyak 13 ton, artinya sekitar 13 ton sampah anorganik tidak hanya berhasil ditahan sehingga tidak masuk ke TPA Bengkala, tapi juga mampu di recykle menjadi lebih bermanfaat.
Agus Hartika menandaskan, Bazar Butik merupakan puncak dari siklus edukasi sekaligus penghargaan kepada masyarakat, tentang sampah plastik bukan hanya persoalan lingkungan, tapi juga dapat menjadi sumber ekonomi.
“Dengan mengusung prinsip circular economy, DLH Buleleng senantiasa menanamkan spirit pengelolaan sampah berbasis sumber sebagai solusi penanganan sampah yang dapat memberi manfaat nyata. Dan ini bukan sekadar kampanye, karena kami sudah membuktikan langsung di lapangan bahwa sampah bisa menjadi sumber penghasilan tambahan dan menciptakan lingkungan yang lebih bersih,” tandas Hartika yang juga mengapresiasi keterlibatan HIPMI Buleleng, Yayasan Angel Heart dan Relawan Bali sebagai wujud sinergitas kolaboratif dalam penanganan sampah mandiri berbasis sumber.
Melalui sinergitas kolaboratif, Agus Haritika mengaku optimis dapat merubah mindset masyarakat tentang sampah yang bukan semata menjadi tanggungjawab pemerintah, namun juga setiap warga masyarakat sebagai sumber dari sampah yang sepatutnya dikelola bersama.
“Terimakasih kepada mitra dari HIPMI Buleleng, Yayasan Angel Heart, dan Relawan Bali, yang turut membagikan sekitar 400 paket sembako kepada tenaga harian lepas kebersihan dan petugas angkut sampah di Kota Singaraja,” ujarnya.
Program BSU Bima Resik DLH Buleleng yang berkelanjutan dan telah berkembang di OPD lain seperti BSU Diskomifosanti Buleleng dan DPUTR Buleleng dengan Ayam Plastiknya diharapkan mampu menggugah kesadaran masyarakat untuk bersama-sama mengelola sampah berbasis sumber menuju lingkungan bersih bermanfaat.
“Dengan semangat kolektif, kami ingin jadikan pengelolaan sampah sebagai budaya era baru, bukan hanya untuk lingkungan tapi juga kesejahteraan,” pungkasnya. (kar/jon)








