
KUTA – Pengerjaan proyek pengendali banjir Seminyak-Legian, mulai dilaksanakan. Tampak alat berat sudah mulai bekerja pada salah satu ruas terjamah, yakni Jalan Dewi Sri I, Legian.
Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Badung, AA Rama Putra membenarkan bahwa Jalan Dewi Sri I, merupakan ruas yang pertama tersentuh. Setelah itu, baru kemudian beranjak ke ruas-ruas lain seperti di Jalan Dewi Sri II, III, dan IV, Basangkasa, Kunti, Nakula, Pandawa, hingga Sunset Road.
Kata dia, selama ini, salah satu penyebab banjir di sekitaran wilayah tersebut adalah persoalan sedimentasi. Di samping itu, juga ada hambatan lain seperti tertutupnya saluran. “Jadi di sana ada banyak sedimentasi dan ada pula saluran yang tertutup. Nah, sekarang ini kami lakukan normalisasi,” sebutnya.
Namun di samping normalisasi, proyek ini juga mencakup pembangunan dan pelebaran drainase. Selain itu, ada pula pekerjaan In-Situ, yakni memperbaiki bagian yang rusak, menambah elevasi dasar, serta memperkuat dinding saluran, tanpa membongkar keseluruhan konstruksi.
Pria yang akrab disapa Gung Rama ini tidak menampik bahwa pekerjaan yang dilakukan memiliki potensi timbulan gangguan lalu lintas. Namun dirinya memastikan bahwa itu sudah dikoordinasikan pula dengan Dinas Perhubungan dan kepolisian.
Untuk diketahui pula, Pemerintah Kabupaten Badung mengalokasikan anggaran senilai Rp50 miliar untuk melancarkan pekerjaan tersebut. Dana ini bersumber dari APBD Kabupaten Badung, dengan target penyelesaian pada Desember 2026 nanti.
“Harapannya, titik-titik banjir yang selama ini terjadi, bisa teratasi dan seluruh aliran air terfokus ke sistem pompa yang ada di Dewi Sri. Kalau genangan kecil mungkin masih ada dalam kondisi tertentu, tetapi semoga banjir besar tidak terjadi lagi,” harapnya. (adi)








