
KUTA – Berbeda dari kebiasaan umum, Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Sari Ketapang Agung memilih momen menjelang Hari Raya Kuningan, Kamis (25/6/2026), sebagai waktu untuk membagikan paket sembako. Langkah ini sengaja diambil, demi mengantisipasi penumpukan atau mubazirnya bantuan sembako yang diterima anggota.
“Kami memberikan bantuan ini menjelang Kuningan karena ada beberapa lembaga lain, seperti LPD Kedonganan, yang juga memberikan daging babi saat menjelang Galungan. Jadi, agar tidak menumpuk dan mubazir, momentumnya kami alihkan ke menjelang Kuningan,” ujar Ketua Pengurus KSP Sari Ketapang Agung (SKA), I Made Sumerta.
Pembagian sembako berupa 5 kg beras dan 1 ekor daging ayam ini ditujukan untuk membantu anggota koperasi dalam menyambut hari raya. Seperti yang diketahui, Hari Raya Kuningan jatuh pada Sabtu (27/6/2026).
Sumerta menuturkan, KSP SKA merupakan koperasi yang baru berusia satu tahun. Koperasi ini didirikan dengan tujuan utama menyejahterakan para anggotanya, yang notabene merupakan krama ngarep Banjar Ketapang, Desa Adat Kedonganan.
Meski tergolong baru, berdasarkan Rapat Anggota Tahunan (RAT) Tahun Buku 2025 yang digelar belum lama ini, KSP SKA tercatat telah memiliki aset senilai lebih dari Rp2 miliar dengan keuntungan mencapai Rp30 juta lebih.
“Melihat antusiasme krama ngarep terkait keanggotaannya, astungkara keuntungan kita dan peningkatan kinerja tidak cuma dari segi SHU (Sisa Hasil Usaha). Tetapi juga aset simpanan harian dan simpanan produk itu terus bertambah meningkat. Sehingga pada kesempatan ini, dalam rangka menyambut Kuningan, kita menyerahkan salah satu manfaat dari KSP yakni berupa sembako 5kg beras dan 1 ekor daging ayam,” ucapnya.
Ia mengakui, pada aksi perdana ini, belum semua anggota mendapatkan manfaat paket sembako dan daging ayam tersebut. Dari total 210 anggota KSP SKA saat ini, baru sebanyak 189 orang yang mendapatkannya, yakni mereka yang berstatus sebagai Anggota Platina dan Emas.
Pemberian ini pun dilakukan dengan ketentuan berlaku, salah satunya adalah tidak memiliki tunggakan. Bahkan, khusus untuk Anggota Platina yang berjumlah 26 orang, mereka juga mendapatkan tambahan berupa parsel. “Ini kami lakukan secara bertahap. Astungkara, ke depan keuntungan akan semakin meningkat, sehingga nilai dari sembako juga bisa kami tingkatkan. Bukan cuma dari segi jumlahnya, tapi juga jenisnya. Apakah nanti akan ada minyak, telur, atau peningkatan kuantitas beras yang sekarang dari 5kg menjadi 10kg,” harapnya.
Lebih lanjut dijelaskan dia, berdasarkan AD/ART, keanggotaan KSP-SKA terbagi ke dalam 4 kategori. Pertama adalah Aggota Platina, yakni mereka yang memiliki simpanan pokok Rp100 ribu, simpanan wajib Rp50 ribu, dan simpanan khusus Rp50 juta. Kedua, yakni Anggota Emas. Yang mana keanggotaan ini, adalah mereka yang menyetor simpanan pokok Rp100 ribu, simpanan wajib setiap bulan Rp50 ribu, dan simpanan khusus Rp1 juta.
“Sasaran dari keanggotaan Emas ini adalah semua krama ngarep di Banjar Ketapang. Untuk diketahui, saat ini komposisi keanggotaan krama ngarep Banjar Ketapang itu sudah hampir 90 persen. Jadi tinggal 10 persen ini yang kami genjot, agar ke depan semua krama ngarep Banjar Ketapang bisa menjadi anggota,” bebernya sembari mengabarkan bahwa dua keanggotaan lainnya disebut dengan istilah Anggota Slaka dan Anggota Wesi.
“Kami berharap, manfaat ini bisa kami berikan secara berkelanjutan. Sehingga kepercayaan masyarakat dan nasabah bisa semakin tinggi, dan koperasi bisa berjalan dengan baik, dari, oleh, dan untuk anggota. Kalau tidak demikian, maka kami meyakini bahwa koperasi tidak akan bisa maju,” pungkasnya. (adi)








