
KUTA – PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) menyelenggarakan pelatihan peningkatan kompetensi personel keamanan penerbangan. Kegiatan terselenggara atas kolaborasi dengan International Civil Aviation Organization (ICAO) dan Kementerian Perhubungan.
Bertajuk ICAO Aviation Security National Instructors Course, kegiatan ini telah digelar di Pulau Dewata pada 4 -8 Mei 2026 lalu. Ini merupakan pelatihan yang juga ditujukan untuk memperkuat komitmen dalam mendukung peningkatan standar keamanan penerbangan dan sekaligus memperkuat kolaborasi regional di bidang keamanan penerbangan.
“Aspek keamanan merupakan salah satu aspek paling penting dalam operasional kebandarudaraan dan penerbangan. Sebagai pintu gerbang udara Bali yang merupakan salah satu destinasi wisata paling diminati di dunia dengan trafik lebih dari 24 juta penumpang per tahun, maka dibutuhkan personel Airport Security dengan kemampuan bertstandar internasional untuk memastikan keamanan bandara,” sebut General Manager Bandara I Gusti Ngurah Rai, Nugroho Jati.
Hal ini, sambung dia, juga sejalan dengan implementasi salah satu pilar Program Transformasi Perusahaan, yakni Pilar People. Karenanya, program ini dipandang sangat relevan dengan kebutuhan personel Airport Security bandara yang merupakan salah satu unsur pelayanan garis depan.
Pelatihan ini, kabarnya diikuti oleh 23 peserta personel Airport Secutity dari berbagai operator bandara internasional negara anggota ICAO di kawasan Asia Pasifik. Dengan rincian yakni 11 peserta asal Indonesia, 4 peserta Vietnam, 4 peserta Makau (Republik Rakyat Tiongkok), 2 peserta Timor Leste, serta masing-masing satu peserta Maladewa dan Kepulauan Solomon.
Selama pelaksanaannya, peserta mendapatkan pelatihan teknis maupun kemampuan instruksional dari instruktur ICAO. Melalui pelatihan ini, para peserta diharapkan mampu mengimplementasikan kompetensi yang diperoleh untuk memperkuat sistem keamanan penerbangan di organisasi maupun negara masing-masing, sekaligus meningkatkan kualitas penyampaian pelatihan sesuai standar ICAO.
“Kami berharap penguatan kerja sama dan pertukaran pengalaman antarnegara dapat tercipta dengan terselenggaranya kegiatan ini, demi menghadapi tantangan keamanan penerbangan yang terus berkembang. Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum penting dalam memperkuat posisi Indonesia sebagai bagian dari ekosistem penerbangan global yang mengedepankan keselamatan, keamanan, dan profesionalisme,” tutupnya. (adi)








