
KUTA – Pembangunan lima unit breakwater atau pemecah gelombang dalam rangkaian Bali Beach Conservation Project (BBCP) Phase II Kuta–Legian–Seminyak telah selesai dilaksanakan. Saat ini, pelaksanaan proyek berlanjut pada tahap pengisian pasir atau sand nourishment di kawasan pesisir Pantai Kuta.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Sungai dan Pantai I Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali Penida, Bambang Kardono menyampaikan, seluruh pekerjaan pembangunan breakwater telah rampung pada akhir April 2026. Unit terakhir yang diselesaikan adalah BW5 yang berada di kawasan dekat Setra Kauh, Desa Adat Kuta. “Pekerjaan breakwater sudah selesai. Saat ini dilanjutkan dengan pengisian pasir,” ujarnya, Selasa (12/5/2026).
Bambang menjelaskan, pekerjaan pengisian pasir telah mulai dilaksanakan di beberapa titik. Dari pelaksanaan awal tersebut, mulai menunjukkan pembentukan tombolo, yaitu endapan pasir yang terbentuk di antara garis pantai dan struktur pemecah gelombang.
Meski demikian, pelaksanaan pengisian pasir saat ini masih dalam tahap penyesuaian karena adanya kendala teknis pada sarana pendukung operasional di lapangan. Sarana tersebut masih menjalani proses penanganan dan perbaikan sebelum dapat kembali digunakan secara optimal.
“Masih dilakukan penanganan teknis. Selain itu, kami juga sedang mengevaluasi metode pelaksanaan, termasuk kemungkinan penggunaan sarana tambahan agar pekerjaan dapat berjalan lebih cepat,” jelasnya.
Terkait target penyelesaian, Bambang menyebutkan bahwa BBCP Phase II Kuta–Legian–Seminyak ditargetkan rampung pada November 2026. Untuk mendukung pencapaian target tersebut, BWS Bali Penida terus melakukan koordinasi dengan tim supervisi Jepang dan Japan International Cooperation Agency (JICA) guna membahas langkah percepatan pelaksanaan di lapangan.
“Pembahasan masih terus dilakukan, khususnya terkait metode percepatan pekerjaan. Harapannya, pelaksanaan dapat berjalan optimal dan target penyelesaian dapat tercapai,” tutupnya. (adi)








