
GIANYAR – Pemkab Gianyar tidak kehabisan ide dalam memeriahkan HUT ke-255 Kota Gianyar, tidak semata menampilkan pertunjukan seni juga diisi dengan lomba sapi bali jantan dan betina, Selasa (14/4/2026) di Lapangan Banteng, Gianyar.
Kegiatan ini selain untuk menjaga keberlanjutan populasi juga bentuk komitmen pemerintah daerah memperkuat ekonomi peternak.
Dalam sambutan Bupati Gianyar yang dibacakan Sekda, I Gusti Bagus Adi Widhya Utama, lomba ini memiliki peran penting dalam pembangunan peternakan, khususnya untuk meningkatkan mutu genetik, menjaga keberlanjutan populasi, serta memperkuat ekonomi peternak.
“Sapi Bali merupakan plasma nutfah unggulan nasional yang memiliki nilai strategis, baik sebagai sumber protein hewani maupun aset genetik lokal yang harus dijaga kualitasnya,” ujarnya.
Ia menjelaskan, sapi betina yang dilombakan berperan sebagai induk penghasil generasi berikutnya sekaligus menyumbang setengah potensi genetik unggul. Sementara itu, setengah potensi genetik lainnya berasal dari sapi jantan, sehingga diperlukan seleksi induk dan pejantan secara tepat untuk menghasilkan keturunan yang unggul dan produktif.
“Saya berharap para peternak terus meningkatkan komitmen dalam memelihara dan mengembangkan sapi Bali secara terarah dan berkelanjutan,” imbuhnya.
Sekda yang akrab disapa Gus Bem itu juga menekankan pentingnya peningkatan kapasitas peternak, keterbukaan terhadap inovasi dan teknologi, serta keaktifan dalam kelompok ternak sebagai wadah pembelajaran dan penguatan usaha.
Selain itu, ia menyoroti pentingnya pendataan peternak di Kabupaten Gianyar agar dapat dipetakan secara jelas. Dengan data yang akurat, pemerintah dapat melakukan pembinaan secara optimal sekaligus meningkatkan kesejahteraan peternak.
Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana, Prof. I Gede Mahardika, menyampaikan apresiasi kepada Bupati Gianyar atas terselenggaranya lomba tersebut. Ia menjelaskan, pada tahun-tahun sebelumnya lomba hanya diperuntukkan bagi sapi jantan, namun tahun ini ditambahkan kategori sapi betina.
Dalam pelaksanaannya, setiap kecamatan mengirimkan tiga ekor sapi jantan dan tiga ekor sapi betina. Selanjutnya, dilakukan penilaian awal oleh dewan juri untuk memilih masing-masing satu ekor sapi jantan dan betina yang akan mewakili kecamatan ke babak final. “Seluruh ternak yang mewakili kecamatan pada babak final akan memperoleh juara, mulai dari juara satu hingga juara harapan empat,” jelasnya. (dar,yan)








