
KUTSEL – Ogoh-ogoh dari 15 banjar di wilayah Kecamatan Kuta Selatan tampil memukau dalam gelaran festival di Garuda Wisnu Kencana (GWK) Cultural Park, Minggu (22/3/2026). Belasan ogoh-ogoh tersebut merupakan karya terpilih, hasil proses kurasi dari total 33 pendaftar.
Pentas ogoh-ogoh dari 15 banjar tersebut merupakan bagian dari Festival Ogoh-ogoh yang rutin diselenggarakan oleh GWK Cultural Park. Yang mana pada tahun ini, telah memasuki penyelenggaraan ke-6.
Direktur Operasional GWK Cultural Park, Ch Rossie Andriani menuturkan, festival ini merupakan bagian dari wujud komitmen pihaknya dalam mendukung pelestarian budaya Bali. Oleh karena itu, GWK terus berupaya membuka ruang bagi masyarakat untuk mengekspresikan kreativitas sekaligus identitas budayanya.
“Pelaksanaan Festival Ogoh-ogoh tahun ini mencerminkan terjalinnya kolaborasi yang baik antara peserta, komunitas, dan tim penyelenggara. Peningkatan jumlah peserta, menjadi cerminan meningkatnya kepedulian masyarakat Bali, khususnya generasi muda terhadap pelestarian budaya,” sebutnya.
Selain itu, festival ini juga dihadirkan untuk menciptakan pengalaman berkunjung yang berkesan bagi wisatawan. “Melalui festival ini, GWK berupaya menghadirkan ruang yang terbuka bagi karya-karya yang lahir dari masyarakat Bali, sekaligus menjadi etalase budaya yang dapat dinikmati oleh pengunjung lokal maupun mancanegara,” imbuhnya.
Ia menambahkan, pelaksanaan festival ini juga menjadi bentuk penghargaan terhadap kerja keras generasi muda. Yang telah mendedikasikan waktu dan energi selama berminggu-minggu, bahkan hingga dini hari, demi menyelesaikan detail karya mereka.
Berdasarkan hasil penilaian dewan juri, Juara I sekaligus Juara Favorit pilihan pengunjung diraih oleh Sekaa Teruna Yowana Pratyaksa dari Banjar Bualu (Desa Adat Bualu) dengan ogoh-ogoh berjudul “Roga Sanggara Bumi”. Posisi berikutnya ditempati Sekaa Teruna Setya Budhi dari Banjar Ubung (Desa Adat Jimbaran) melalui karya “Pragola Mayuda Pralaya”, serta Sekaa Teruna Widya Dharma dari Banjar Tengah (Desa Adat Pecatu) dengan ogoh-ogoh berjudul “Asuri Bava”. (adi)








