
DENPASAR – Proyek penataan saluran drainase di Jalan Raya Desa Ketewel, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar, terus dikebut oleh Pemerintah Provinsi Bali. Namun, pengerjaan proyek yang berlangsung di tengah musim hujan ini dinilai berisiko terhadap kualitas hasil pekerjaan.
Pantauan di lokasi, Kamis (18/12/2025), hujan deras yang mengguyur wilayah Gianyar menyebabkan sejumlah material proyek hanyut. Bahkan, adonan semen yang baru saja diaplikasikan sebagai perekat saluran drainase terlihat langsung terguyur hujan, sehingga dikhawatirkan dapat memengaruhi kekuatan dan daya tahan konstruksi.
Menanggapi kondisi tersebut, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Bali, Nusakti Yasa Wedha, menyatakan akan segera menindaklanjuti informasi tersebut dengan berkoordinasi bersama pihak terkait.
“Terima kasih atas informasinya. Akan segera saya cek dan konfirmasi ke Bina Marga dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK),” ujarnya singkat.
Terkait upaya menjaga kualitas proyek, Nusakti menjelaskan bahwa perbaikan menyeluruh serta penggantian saluran dengan sistem U-Ditch menjadi salah satu solusi yang ideal. Namun demikian, hal tersebut harus disesuaikan dengan ketersediaan anggaran.
“Penggantian saluran dengan U-Ditch tentu lebih baik, namun harus didukung dengan anggaran yang mencukupi,” jelas pejabat kelahiran Bengkulu tahun 1967 tersebut.
Sementara itu, warga Desa Ketewel yang bermukim di sekitar lokasi proyek berharap pengerjaan drainase dapat diselesaikan dengan baik dan sesuai standar kualitas. Warga juga menyayangkan karena penataan drainase dinilai tidak dilakukan secara menyeluruh, sehingga terkesan sebagai proyek tambal sulam.
“Kami berharap hasilnya benar-benar bagus dan tidak rusak lagi dalam waktu tiga bulan ke depan,” ujar salah seorang warga. (jay/jon)








