
BULELENG – Upaya meningkatkan kapasitas layanan perpustakaan sekolah, khususnya sekolah dasar (SD) menuju standar nasional terus dilakukan Pemkab Buleleng melalui Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah (DAPD) Buleleng.
Selain menggencarkan pembinaan dan pendampingan, DAPD melalui Bidang Pengembangan Perpustakaan dan Budaya Baca juga mendorong sekaligus memfasilitasi akreditasi perpustakaan sekolah dasar (SD) maupun sekolah menengah pertama (SMP) di Kabupaten Buleleng untuk memiliki standar nasional perpustakaan.
“Hari ini, sebanyak 102 sekolah dasar di Kabupaten Buleleng mengikuti proses akreditasi yang dilaksanakan tim asesor dari Perpusnas,” ungkap Kepala DAPD Buleleng, Made Era Oktarini usai membuka kegiatan FGD Akreditasi Perpustakaan Tahun 2025 di Kantor DAPD Kabupaten Buleleng, Rabu (10/12/2025).
Era Oktarini didampingi Putu Agustini Wedayanti selaku Kabid Pengembangan Perpustakaan Perpustakaan dan Budaya Baca menandaskan dengan banyaknya peserta, proses penilaian oleh asesor dari Perpusnas dilaksanakan selama dua hari, tanggal 10 dan 11 Desember 2025.
“Melalui akreditasi ini, kita harapkan sekolah terutama SD yang belum terakreditasi maupun SD yang sudah terakreditasi namun masa berlakunya (dua tahun,red) sudah berakhir, bisa meningkatkan kapasitasnya dalam mengelola perpustakaan sesuai standar nasional perpustakaan,” jelasnya.
DAPD mendorong sekolah untuk memenuhi Standar Nasional Perpustakaan (SNP) meliputi komponen seperti, koleksi, sarana prasarana, pelayanan, tenaga sumber daya manusia, penyelenggaraan dan pengelolaan serta inovasi dan kreativitas termasuk indeks pembangunan literasi.
Era Oktarini menambahkan, selain untuk memastikan perpustakaan SD dan SMP telah memenuhi SNP sesuai amanat Undang-undang No. 43 tahun 2007, akreditasi perpustakaan sekolah juga diharapkan dapat meningkatkan mutu dan kepercayaan publik terhadap layanan perpustakaan.
“Perpustakaan yang terakreditasi juga merupakan pendukung akreditsi sekolah, menjadi indikator pendukung mutu pendidikan sekolah secara keseluruhan,” tandas Era dibenarkan Wedayanti.
Kabid Pengembangan Perpustakaan Perpustakaan dan Budaya Baca, Putu Agustini Wedayanti mengungkapkan sampai dengan tahun 2025, dari 465 Perpustakaan SD di Kabupaten Buleleng 317 diantaranya sudah terakreditasi dan 102 SD dalam proses akreditasi.
“Dari 76 Perpustakaan SMP sudah terakreditasi sebanyak 54, dari 57 Perpustakaan SMA/SMK sudah terakreditas 35, dari 5 Perpustakaan Perguruan Tinggi sudah terakreditasi 4, dan dari 148 Perpustakaan Desa di Kabupaten Buleleng sudah terakreditasi 6 perpustakaan,” pungkasnya. (kar/jon)








