
TABANAN – Meski tidak jadi mendapatkan pesawat dan tank asli, pemerintah Kabupaten Tabanan tidak berkecil hati. Kini Taman Perjuangan yang menyatu dengan Monumen Debes Wagimin dan Taman Makam Pahlawan Pancaka Tirta sudah dihiasi dengan replika pesawat tempur dan tank. Pemasangan sudah selesai dilakukan Minggu (28/9/2025).
Pemasangan replika pesawat tempur dan tank tersebut dipimpin langsung Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya bersama sejumlah pimpinan OPD. Kini Taman Perjuangan sudah berdiri megah setelah dibangun sejak tahun 2024 lalu. Taman Perjuangan kini menjadi salah satu ikon Kota Tabanan sekaligus menjadi edukasi bagi masyarakat bahwa Tabanan adalah kota perjuangan.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Penataan Kawasan Permukiman (PUPRPKP) Kabupaten Tabanan I Made Dedy DarmaSaputra, pembangunan Taman Perjuangan dilakukan bertahap sejak tahun 2024 lalu. Dana yang dihabiskan sebesar Rp 1,2 Miliar termasuk pembuatan Taman, patung termasuk replika pesawat tempur jadul dan tank.
“Anggaran untuk pembangunan taman termasuk pembuatan replika pesawat dan tank mencapai Rp 1,2 Miliar,” ungkap Dedy, Minggu (28/9/2025).
Dijelaskan, untuk pembuatan replika pesawat tempur jaman dulu dan tank tersebut menggunakan besi baja anti karat ( stainless steel), sehingga dapat berumur panjang dan memudahkan untuk perawatannya.
“Awalnya direncanakan pesawat sungguhan , tapi karena sesuai dan lain hal akhirnya dibuatkan replika sesuai dengan bentuk aslinya,” jelas Dedy usai pemasangan patung dengan menggunakan crane.
Sementara untuk Taman Tugu Singasana di bekas Kantor Kesbangpol Timur Pasar Tabanan, kata Dedy sudah memasuki penataan dan penyelesaian bagian depan taman.
Selain itu juga membuat pondasi tugu yang pembangunan selanjutnya akan dilaksanakan di tahun 2026. Proyek ini rencananya akan menghabiskan anggaran sebesar Rp 2,5 Miliar sampai tuntas.
“Kedua taman ini menjadi ikon baru Tabanan,” pungkasnya. (jon)








