
BADUNG – Distribusi air bersih ke wilayah Ungasan mengalami gangguan, Kamis (11/9/2025). Bahkan tidak sedikit warga yang sama sekali tidak dapat air. Ayu (28) adalah salah seorang warga Ungasan yang mengalami hal tersebut. Bahkan kata dia, tersendatnya pasokan air bersih katanya sudah terjadi sejak Rabu (10/9/2025) malam.
Alhasil, dia terpaksa harus mengungsi ke rumah saudaranya, semata-mata hanya untuk memenuhi kebutuhan air sehari-hari. Baik itu untuk mandi dan lainnya. “Tadi pagi saya sampai mengungsi ke rumah adik untuk mandi, karena mau berangkat kerja,” ucapnya.
Kondisi tersebut bukan hanya dialami oleh Ayu. Sejumlah warga lain tampaknya juga menuai kondisi serupa. Bahkan karenanya, salah satu usaha cuci pakaian di Ungasan tiba-tiba kebanjiran pelanggan. “Banyak pelanggan datang. Untung kami punya stok air, jadi masih aman,” sebutnya.
Mengutip informasi yang diumumkan melalui akun Instagram resmi Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Mangutama Kabupaten Badung, sepertinya situasi sulitnya air tidak hanya terjadi di Ungasan. Melainkan juga pada wilayah lain di Kecamatan Kuta Selatan, bahkan Badung.
Dalam pengumuman tersebut, Perumdam Badung mengabarkan bahwa gangguan tersebut diakibatkan oleh kendala pada proses produksi di Pengolahan IPA Estuary, IPA Belusung, dan SPAM Penet. Adapun wilayah terdampak, di antaranya adalah Jalan Uluwatu Simpangan, Kampus Unud, Puri Gading, Taman Penta, Jalan Mecutan Tujuh, Jalan Balangan, Perumahan Balangan, Pantai Balangan, Desa Ungasan, Desa Kutuh, Jalan Masuka, Desa Pecatu, Darmasaba, Sading, Lukluk, Rumah Sakit Kapal, Buduk, Dawas, Tibubeneng, Jalan Pantai Berawa, Dalung, Petitenget, Legian, Seminyak, dan sekitarnya.
Di samping itu, dalam Informasi Emergency tersebut juga disampaikan mengenai gangguan yang katanya terjadi pada Rabu (10/9/2025). Dengan estimasi perkiraan normal pada Kamis (11/9/2025).
Dikonfirmasi via ponsel, Direktur Utama Perumdam Badung, Wayan Suyasa tidak memungkiri gangguan terjadi. Kata dia, hal tersebut terjadi berkaitan banjir yang bukan hanya membawa debit air besar, tetapi juga sampah yang menghambat produksi. “Tapi saat ini produksi sudah normal. Hanya saja butuh waktu agar aliran air di pipa kembali lancar,” singkatnya. (adi)








