
BULELENG – Tokoh/Penglingsir Puri Kanginan Buleleng Anak Agung Ngurah Parwata Pandji terima kunjungan, simakarma Ketua Umum Pimpinan Pusat (Ketum-PP) Gerakan Pemuda Ansor, Haji Addin Jauharuddin.
Selain menekankan pentingnya simakrama dalam mempererat ikatan persaudaraan keluarga besar puri dengan umat muslim, pada acara tersebut juga ditegaskan penolakan Puri Kanginan Buleleng bersama Banser terhadap kehadiran Ormas Preman di Bali dan Buleleng khususnya.
“Kami berharap hubungan yang telah terjalin antara Puri dengan GP Ansor, maupun Pecalang dengan Banser akan semakit erat, sehingga kedepannya bisa menata kehidupan yang lebih baik,” tandas Anak Agung Ngurah Parwata Pandji saat menerima kunjungan rombongan Ketum PP GP Ansor-Banser di Wantilan Puri Kanginan Buleleng, Senin (12/5/2025).
Penglingsir Puri Kanginan Buleleng yang akrab disapa Gung Parwata ini menegaskan, pada pertemuan tersebut pihak puri menyatakan menolak kehadiran preman berkedok ormas di Bali dan Buleleng khususnya.
“Kemarin kami sudah didatangi oleh Polres dan kami menyatakan menolak kehadiran premanisme berkedok ormas. Karena itu akan merusak tatanan adat istiadat di Buleleng dan umumnya di Bali. Bali, Buleleng sudah punya pengaman adat yaitu pecalang, apalagi sekarang berkolaborasi dengan Banser, tentu akan lebih kuat. Kami, Puri Kanginan Buleleng menolak kehadiran preman berkedok Ormas,” tegas Gung Gung Parwata diapresiasi Addin Jauharuddin.
Selaku Ketum PP GP Ansor, Jauharuddin menandaskan kunjungan dilakukan karena Ansor-Banser yang lahir sebelum republik ini berdiri tepatnya tahun 1926, sudah 91 tahun bersama dengan seluruh komponen masyarakat menjaga republik ini berharap agar suasana aman, damai dan rukun tetap terjaga.
Didampingi Abdul Karim Abraham selaku Ketua PC GP Asor Buleleng, Jauharuddin juga menegaskan Indonesia bisa utuh karena peran para leluhur dari kerajaan nusantara yang telah mempersatukan adat istiadat, seni budaya dari berbagai ragam warna serta bahasa dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang telah diwariskan dan
dijaga.
“Oleh karena itu, ini bagian dari kolaborasi yang kedepan harus dijaga dan jika ada kegiatan teman-teman di Hindu, monggo panggil Banser untuk membantu, demikian juga sebaliknya. Ini yang kemudian harus kita jaga, sehingga republik yang tercinta ini akan terus kuat dengan bersatunya keanekaragaman kita,” tegasnya.
Ia juga menegaskan, Ansor NU yang lahir dari rahim masyarakat sangat siap berkolaborasi dengan pecalang untuk menjaga aktifitas masyarakat Bali dan Buleleng khususnya.
“Karena Ansor itu kan lahir dari rahim masyarakat, maka aktifitas masyarakat apapun warnanya harus kita jaga,” pungkasnya. (kar/jon)








