
BULELENG – Tahapan pesta demokrasi menuju Hari Pemungutan Suara Pemilihan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah (Pilkada) Serentak tanggal 27 November 2024 disikapi cerdas DPD Partai Golkar Buleleng dengan menggencarkan pendidikan politik (Dikpol).
Selain mensosialisasikan tahapan Pilkada Bali dan Pilkada Buleleng tahun 2024, melalui Dikpol yang menghadirkan Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Bali, Nyoman Sugawa Korry sebagai narasumber juga didiskusikan tentang arah pembangunan Kabupaten Buleleng.
“Pendidikan politik dengan materi Pembangunan Buleleng sangat bagus dan dibutuhkan untuk membuka wawasan tentang arah pembangunan Buleleng kedepan,” tandas Ketua DPD Partai Golkar Buleleng Ida Gede Komang (IGK) Krena Budi saat membuka Dikpol di Auditorium STIE Satya Dharma Singaraja, Minggu (16/6/2024).
Kresna Budi menegaskan pendidikan politik dan diskusi tentang arah Pembangunan Buleleng serangkaian Pilkada Bali dan Pilkada Buleleng sangat dibutuhkan mengingat Kabupaten Buleleng dengan jumlah penduduk terbesar dan wilayah paling luas di Bali.
“Sebagai bagian penting daripada Bali, bagaimana kita mempunyai Gubernur dari Buleleng dan banyak pemimpin yang dilahirkan oleh Bumi Den Bukit, sekarang saatnya kita mencari pemimpin terbaik untuk Buleleng kedepan,” tegasnya.
Selain pencerahan tentang politik, melalui diskusi juga diharapkan melahirkan pemikiran-pemikiran cerdas untuk perbaikan pembangunan dan kehidupan masyarakat di Kabupaten Buleleng.
“Kami yakin sekali, dengan pengalaman dan peranan daripada narasumber Bapak Nyoman Sugawa Korry antara lain revitalisasi Pasar Seririt yang terbakar, Pembangunan Monumen Puputan Jagaraga dan Sekolah Bali Mandara, diskusi ini akan bisa mendonorkan pemikiran-pemikiran yang baik bagi Buleleng,” tandasnya.
Sementara Nyoman Sugawa Korry (SGK) selaku narasumber diskusi yang dipandu Susila Umbara menyatakan Pilkada Serentak 2024 merupakan pesta demokrasi yang harus disambut seluruh masyarakat untuk menyongsong perubahan kearah yang lebih.
“Bapak ibu sekalian, sampaikan kabar gembira kepada sanak saudara, masyarakat luas bahwa perubahan di Buleleng sudah dekat, melalui Pilkada Serentak 2024 pada hari Rabu, tanggal 27 November 2024,” tegasnya.
Untuk bisa mewujudkan perubahan tersebut, selain mengenali potensi yang dimiliki Buleleng secara geografis dan demografis, masyarakat juga harus cerdas menggunakan hak demokrasinya untuk menentukan calon pemimpin.
“Pemimpin yang memahami potensi daerah, mampu mensinergikan kebijakan daerah dengan nasional dan menatakelola dengan baik potensi yang dimiliki salah satunya dengan pembangunan Bandara Bali Utara untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.(kar/jon)








