
Proses pencarian terhadap korban buruh bangunan yang terseret arus di Pantai Nyangnyang, Pecatu.
BADUNG – Pencarian terhadap seorang buruh bangunan yang dikabarkan terseret arus Pantai Nyangnyang, Desa Pecatu, masih berlanjut pada Senin (3/6/2024). Berbagai unsur ikut terlibat, seperti dari Polairud Polda Bali, Balawista Badung, perangkat Desa Pecatu, serta rekan korban.
Untuk diketahui, buruh bangunan tersebut bernama Misbahul Munir (22) asal Demak. Dia terseret arus ketika mandi di pantai pada Minggu (2/6/2024) sekitar pukul 14.15 Wita. Mendapat laporan semacam itu, Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar (Basarnas Bali) langsung bergerak menerjunkan 10 orang personel.
Pada hari pertama pencarian, SRU ditempatkan pada dua lokasi. Pertama, yakni penyisiran di sepanjang bibir pantai. Sementara kedua, adalah menggunakan Rigit Inflatable Boat (RIB) di laut. Namun hingga pukul 18.00 Wita, pencarian masih belum membuahkan hasil.
Pencarian kemudian dilanjutkan pada Senin (3/6/2024). Tim SAR gabungan mulai melakukan pencarian sejak pukul 06.00 Wita, terdiri dari 10 personel Rescue Kansar Denpasar, 4 personel DitPolairud Polda Bali, 4 personel UPTD Kuta Selatan Balawista Badung, dan sejumlah rekan korban.
Pencarian di hari kedua tersebut dilaksanakan dalam radius 9 Nm². Di samping menggunakan rubber boat dan RIB, juga diterjunkan 1 unit Rapid Deployment Land SAR Unit, 1 set Aqua Eye, Palsar Air, serta alat komunikasi dan palsar pendukung lainnya. “Sejauh ini hasilnya masih nihil. Kita masih lakukan pencarian,” sebut Kepala Basarnas Bali, I Nyoman Sidakarya.
Sementara terpisah, Kepala UPTD Kuta Selatan Balawista Badung, Wayan Somer menuturkan, peristiwa terseret arus tersebut terjadi sekitar pukul 14.00 Wita. Menurut informasi yang dia terima, korban ketika itu tidak mandi sendiri. Melainkan bersama sejumlah buruh proyek lainnya. “Ada 5 orang di antaranya yang saat itu mandinya terlalu ke tengah. Satu terseret arus, sedangkan 4 lainnya dapat menghindar,” sambungnya. (adi,dha)








