
BADUNG – Pemerintah Kabupaten Badung mulai bergerak untuk segera menangani persoalan macet di Simpang McD Jimbaran (Jalan By Pass I Gusti Ngurah Rai) dan banjir di Simpang Nirmala Ungasan (Jalan Uluwatu). Keduanya, rencananya diawali dengan tahap pembebasan lahan.
Pembahasan mengenai itupun sudah dilakukan belum lama ini di Kantor Camat Kuta Selatan. Selain dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Badung, hadir pula pihak dari Badan Pertanahan Nasinal (BPN) Kabupaten Badung, Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN), serta Lurah/Perbekel dan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) setempat.
Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Badung, I Gusti Ngurah Made Suardika tidak memungkiri hal tersebut. Kata dia, turut hadirnya pihak BPJN, adalah lantaran lokasi lahan yang dibutuhkan notabene berkaitan dengan pengentasan permasalahan di jalan nasional. “Jalan By Pass ini kan jalan nasional. Kemudian yang di Uluwatu juga jalan nasional,” sebutnya belum lama ini.
Berkenaan dengan itu, maka pembangunan fasilitasnya nanti juga akan dilakukan oleh pihak BPJN. Sementara Badung, dalam hal ini adalah kaitan dengan pengadaan lahannya. “Ini sekarang kita sedang tahap persiapan sosialisasi. Pada prinsipnya, semua mendukung penyelesaian permasalahan ini. Jadi nanti akan dilakukan pendekatan dahulu oleh lurah dan perbekel ke masyarakatnya. Setelah itu baru kemudian akan kita lanjutkan sosialisasi,” bebernya.
Untuk di Jalan By Pass I Gusti Ngurah Rai, lahan dimaksud berlokasi pada sisi utara jalur Denpasar – Nusa Dua. Lahan tersebut dilirik kaitan dengan kebutuhan satu lajur tambahan sepanjang 460 meter.
Sementara untuk yang di Jalan Uluwatu, katanya berlokasi tidak jauh dari Simpang Nirmala. Lahan dimaksud dibutuhkan kaitan dengan rencana pembuatan saluran drainase samping jalan dan trotoar untuk dihubungkan dengan outlet pembuangan akhir. Saluran penghubung dari jalan ke outlet itulah yang membutuhkan pembebasan lahan. “Jadi kita di Badung kaitan dengan pengadaan lahannya. Untuk pembuatan saluran dan segala macam, termasuk perencanaannya, itu dari Balai,” tegasnya kembali.
Setelah dibahas di Kantor Camat, sambung dia, maka pihaknya akan beranjak menuju tahap pendetailan terhadap lahan-lahan yang mungkin terkena. Termasuk mengenai siapa-siapa pemilik atas lahan bersangkutan atas koordinasi dengan BPN Badung. “Setelah berbagai proses, maka baru nanti akan diketahui mengenai nilainya,” pungkasnya sembari mengabarkan bahwa untuk pengadaan lahan ditarget selesai pada tahun ini. (adi,dha)








